BYD Edukasi Teknologi Dual Mode di GIIAS 2026, Ungkap Lebih dari 4.000 Pemesanan M6 DM

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:00 WIB
BYD Edukasi Teknologi Dual Mode di GIIAS 2026, Ungkap Lebih dari 4.000 Pemesanan M6 DM

PARADAPOS.COM - PT BYD Motor Indonesia menjadikan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung untuk memperdalam edukasi publik mengenai kendaraan energi baru (NEV). Dalam kesempatan tersebut, pabrikan asal China ini memaparkan filosofi electric-first yang menjadi fondasi pengembangan Dual Mode (DM) Technology, sekaligus memperkenalkan tiga platform utamanya: DM-i, DM-p, dan DMO. Langkah ini diambil di tengah respons pasar yang hangat, tercermin dari lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak model tersebut diperkenalkan di Indonesia. Menelisik Filosofi Electric-First dan Teknologi Dual Mode Konsep Dual Mode yang diusung bukanlah sekadar penggabungan dua sumber tenaga. Sistem ini mengintegrasikan motor listrik dan mesin pembakaran internal melalui manajemen energi yang bekerja otomatis. Dalam praktiknya, motor listrik menjadi penggerak utama pada sebagian besar kondisi berkendara. Sementara itu, mesin hybrid berperan sebagai generator untuk mengisi baterai atau memberikan tambahan tenaga saat dibutuhkan, misalnya ketika akselerasi atau menanjak. Klaimnya, pendekatan ini menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus, responsif, dan senyap, dengan efisiensi yang lebih baik dibanding kendaraan konvensional. Karakteristik tersebut diringkas dalam jargon Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit (GASS). Perusahaan juga mencatat bahwa teknologi ini telah berevolusi sejak generasi pertama pada 2008 dan kini memasuki generasi kelima (DM 5.0), dengan penyempurnaan pada efisiensi sistem hybrid, performa, manajemen energi, hingga kenyamanan berkendara. Peta Jalan Penerapan di Indonesia Implementasi filosofi electric-first di pasar Indonesia diwujudkan melalui BYD M6 DM, yang menjadi model pertama dengan Dual Mode Technology di dalam negeri. Kehadirannya dinilai sebagai langkah strategis pabrikan untuk menawarkan solusi mobilitas yang memadukan efisiensi, performa, dan fleksibilitas dalam satu paket. Antusiasme pasar terhadap teknologi ini cukup signifikan. Lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak perkenalannya menjadi indikator bahwa masyarakat tidak hanya terbuka pada solusi yang lebih efisien, tetapi juga ingin memahami lebih dalam teknologi yang mendasarinya. “Di Indonesia, kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap teknologi ini, yang tercermin dari lebih dari 4.000 pemesanan BYD M6 DM sejak diperkenalkan. Respons tersebut menunjukkan masyarakat tidak hanya semakin terbuka terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk memahami teknologi yang mendasarinya. Karena itu, kami ingin memperluas pemahaman mengenai filosofi electric-first, cara kerja Dual Mode Technology, serta karakter masing-masing platform, sehingga masyarakat dapat mengenal berbagai pendekatan elektrifikasi dan menentukan solusi mobilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, saat ditemui di GIIAS 2026, Rabu (6/8/2026). Tiga Platform, Tiga Karakter Berbeda Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam, BYD memetakan teknologinya ke dalam tiga platform dengan fokus yang berbeda. DM-i (Dual Mode Intelligent) dirancang bagi mereka yang mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan berkendara harian. Platform ini mengandalkan mesin hybrid 1.500 cc naturally aspirated yang dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS) dan Blade Battery dalam satu sistem terintegrasi. Menariknya, mesin tersebut diklaim memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen dan hanya memerlukan bahan bakar minimal RON 92. Integrasi EHS disebut mampu mengurangi bobot sistem hingga 30 persen, yang berkontribusi pada efisiensi penyaluran tenaga. Dalam simulasi internal, BYD M6 DM berpotensi mencapai konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter untuk perjalanan sekitar 150 kilometer dengan kondisi baterai dan tangki penuh. DM-p (Dual Mode Powerful) hadir untuk konsumen yang mendambakan performa lebih tinggi. Platform ini menggunakan konfigurasi All-Wheel Drive (AWD) dengan tambahan motor listrik di poros belakang, dipadukan mesin hybrid 1.500 cc turbo bertenaga maksimum 115 kW (156 PS) dan torsi 225 Nm. Efisiensi termalnya diklaim mencapai 45,3 persen. Sementara itu, DMO (Dual Mode Off-road) dirancang untuk petualangan di berbagai medan. Platform ini tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, namun dipadukan dengan mesin hybrid longitudinal 1.500 cc turbo. Keunggulannya terletak pada struktur Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body yang menambah kekakuan sasis. Tersedia pula berbagai mode berkendara seperti Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode. Teknologi ini diaplikasikan pada model premium DENZA B5 dan DENZA B8. Bicara Soal Efisiensi Biaya Selain performa, BYD juga menyoroti aspek ekonomis. Berdasarkan simulasi internal, teknologi DM-i berpotensi menghemat biaya operasional hingga sekitar 60 persen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal di segmen setara. Angka ini bahkan disebut lebih tinggi dalam pengujian konsumsi bahan bakar oleh media nasional, yang menunjukkan efisiensi biaya operasional mencapai sekitar 66 persen. Lebih lanjut, perusahaan memperkirakan biaya perawatan selama tiga tahun pertama dapat berkurang sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional. “Seiring berkembangnya kendaraan energi baru, masyarakat kini dihadapkan pada berbagai pilihan teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri. Karena itu, kami percaya inovasi harus berjalan beriringan dengan edukasi,” tutur Luther menutup pemaparannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar