Bitcoin Melemah ke USD64 Ribu di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:50 WIB
Bitcoin Melemah ke USD64 Ribu di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak

PARADAPOS.COM - Pasar aset kripto kembali menunjukkan tekanan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Bitcoin, sebagai mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, tercatat melemah 0,4 persen ke level USD64.457,4. Pelemahan ini terjadi di tengah menurunnya selera risiko investor secara global, yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini memperpanjang tren lesu sektor kripto yang sudah berlangsung sejak awal tahun, terutama karena arus modal saat ini lebih banyak tersedot ke saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kesepakatan Hormuz dan Dampaknya bagi Pasar

Fokus utama pelaku pasar minggu ini tertuju pada perkembangan negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran memberikan sinyal positif bahwa kesepakatan dengan Oman hampir tercapai, sebuah langkah yang berpotensi mengubah peta distribusi energi global. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran berjalan baik, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran yang menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington.

Kabar dari kantor berita Fars, Iran, menyebutkan bahwa draf awal rencana pengelolaan selat sedang ditinjau. Anggota parlemen Alireza Salimi mengungkapkan, poin penting dalam rencana tersebut adalah larangan pelayaran bagi kapal AS, Israel, dan kapal "musuh" lainnya melalui jalur vital itu hingga kompensasi dibayarkan. Skema yang diusulkan pun cukup rinci: kapal masuk melalui koridor utara dekat pantai Iran dan keluar melalui koridor selatan dekat pantai Oman.

"Setelah batas waktu yang ditentukan, transit melalui kedua koridor akan dihentikan dan sebagai gantinya akan dilakukan melalui koridor tengah, dengan Iran mengelola masuk dan bersama-sama mengelola keluar dengan Oman," demikian pernyataan yang dikutip dari sumber di kementerian luar negeri Iran. Jelas, jika skenario ini terealisasi, Washington hampir dipastikan akan menolaknya karena dianggap terlalu restriktif.

Arus Modal ETF Bitcoin Mulai Mengalir

Di luar hiruk-pikuk geopolitik, ada secercah harapan dari pasar derivatif kripto. Meskipun harga masih tertekan, aliran dana masuk ke Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot justru menunjukkan akselerasi di awal Agustus. Data dari SoSoValue mencatat, arus masuk bersih mencapai USD626,0 juta sepanjang bulan ini—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan total arus masuk di bulan Juli yang hanya USD172,4 juta.

Namun, optimisme ini masih harus diuji. Para analis mengingatkan bahwa arus masuk yang deras ini belum tentu berkelanjutan. Sebagai catatan, pada Mei dan Juni lalu, ETF Bitcoin justru mengalami arus keluar dana yang sangat besar, mencapai hampir USD7 miliar. Investor tampaknya masih menunggu konfirmasi arah pasar sebelum berkomitmen lebih jauh.

Performa Altcoin dan Memecoin

Pelemahan Bitcoin secara otomatis menyeret mayoritas altcoin ke zona merah. Ether, kripto peringkat kedua, tergelincir tipis 0,1 persen ke posisi USD1.907,78. Sementara itu, XRP menjadi salah satu yang terpukul paling dalam dengan penurunan 2,9 persen. BNB dan Solana juga ikut melemah masing-masing 0,6 persen dan 1,6 persen.

Menariknya, tidak semua aset digital bernasib sama. Cardano justru berhasil melawan arus utama dengan mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,3 persen. Di kelompok memecoin, Dogecoin terkoreksi 1,5 persen, namun token berlabel $TRUMP berhasil menanjak tipis 0,5 persen. Pergerakan yang beragam ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase selektif, di mana investor sangat cermat memilih aset yang dianggap memiliki fundamental lebih kuat di tengah ketidakpastian global.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar