PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima lebih dari 150 periset terbaik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Agenda ini menjadi ajang dialog langsung antara kepala negara dan para ilmuwan, sekaligus peninjauan sejumlah prototipe inovasi karya anak bangsa—mulai dari teknologi pendukung Giant Sea Wall, pengembangan nuklir untuk PLTN, hingga sepatu sekolah berbahan karet lokal yang harganya di bawah Rp80 ribu. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset nasional menuju target Indonesia Emas 2045.
Dialog Langsung dan Peninjauan Inovasi
Suasana Istana Kepresidenan terasa berbeda pada Kamis pagi itu. Ratusan peneliti dari berbagai disiplin ilmu tampak antusias memenuhi ruangan, menanti kehadiran Presiden. Sebelum sesi tanya jawab dimulai, Prabowo berkesempatan berkeliling melihat langsung sejumlah hasil riset yang dipamerkan. Berdasarkan unggahan media sosial Sekretariat Kabinet (Seskab), ada beberapa teknologi unggulan yang menarik perhatian.
Salah satunya adalah teknologi pendukung pembangunan Giant Sea Wall, proyek infrastruktur raksasa untuk melindungi pesisir Jakarta. Selain itu, ada pengembangan teknologi nuklir yang disiapkan sebagai bagian dari peta jalan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Para periset juga memamerkan inovasi tabung Compressed Natural Gas (CNG) yang diklaim lebih efisien dibandingkan LPG, serta teknologi Foodguard yang dirancang untuk menjaga keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan hanya soal energi dan pangan, pameran tersebut juga menampilkan inovasi di bidang pengelolaan sampah, pertahanan, hingga dukungan teknis untuk program pembangunan tiga juta rumah. Keberagaman topik ini menunjukkan bahwa riset Indonesia sebenarnya sudah bergerak ke berbagai lini strategis yang dibutuhkan negara.
Momen Sepatu Karet Lokal
Di tengah deretan teknologi canggih, ada satu momen yang justru mencuri perhatian. Saat meninjau stan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Presiden Prabowo memesan sepatu sekolah berbahan karet lokal. Produk tersebut dijual dengan harga di bawah Rp80 ribu per pasang—angka yang terbilang terjangkau untuk pelajar.
Momen sederhana ini ditafsirkan banyak pihak sebagai bentuk apresiasi konkret terhadap karya anak bangsa. Alih-alih sekadar pameran, Presiden menunjukkan bahwa hasil riset bisa langsung dipakai dan dinikmati masyarakat luas. Sikap ini sekaligus memberi sinyal bahwa produk lokal mampu bersaing dari segi kualitas maupun harga.
Fondasi Menuju Indonesia Emas
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama lahirnya inovasi. Menurutnya, tanpa pendidikan yang kuat, mustahil sebuah bangsa melahirkan terobosan yang mampu meningkatkan daya saing. Karena itu, ia menekankan pentingnya investasi berkelanjutan di sektor pendidikan dan riset.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan komunitas periset. Harapannya, semakin banyak inovasi yang lahir dari tangan para peneliti Indonesia, berkembang menjadi solusi nyata, dan membawa manfaat besar bagi kemajuan bangsa. Pertemuan ini diharapkan bukan menjadi seremoni belaka, melainkan titik awal kolaborasi yang lebih erat antara negara dan akademisi.
Dengan jumlah periset yang hadir mencapai ratusan, acara ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi membawa harapan bahwa riset Indonesia akan semakin diperhitungkan, baik di kancah nasional maupun global.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Yayasan Sekolah di Pondok Pinang Minta Jaminan Keamanan ke Pramono Anung usai Temuan 955 Pucuk Senjata Api
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 7-9 Agustus, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah
Bitcoin Melemah ke USD64 Ribu di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Timnas Indonesia Menang atau Tersingkir: Laga Hidup-Mati Lawan Singapura di Stadion Jalan Besar