PARADAPOS.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan, Jumat (7/8/2026). Di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, jarak pandang pengendara di Jalan Arteri Supadio menjadi terbatas, sementara kualitas udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan, dilaporkan masuk kategori tidak sehat. Meski demikian, aktivitas masyarakat di Palembang masih berjalan normal, dan sebagian warga mulai mengenakan masker sebagai langkah antisipasi. Kabut Asap Selimuti Jalan Arteri Supadio Pantauan di lapangan pada Jumat pagi menunjukkan kabut asap pekat terlihat menggantung di sepanjang Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kondisi ini secara langsung memengaruhi visibilitas pengendara yang melintas, baik roda dua maupun roda empat. Jarak pandang yang terbatas tentu berpotensi mengganggu keselamatan berlalu lintas, terlebih bagi mereka yang melaju dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini bukanlah hal baru bagi warga setempat, namun ketebalan asap yang terjadi kali ini tetap menjadi perhatian serius. Beberapa pengendara terlihat menyalakan lampu kendaraan meski di siang hari untuk meningkatkan kewaspadaan. Kualitas Udara Palembang Memburuk Di sisi lain, Kota Palembang, Sumatra Selatan, juga mengalami penurunan kualitas udara yang signifikan. Data pemantauan menunjukkan polusi udara telah mencapai level tidak sehat, yang berarti dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif. Penurunan kualitas udara ini merupakan imbas langsung dari karhutla yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Sumatra Selatan. Meskipun kondisi udara memburuk, denyut aktivitas ekonomi di Palembang tidak berhenti. Pantauan di ruas jalan utama seperti kawasan Jembatan Ampera dan pusat-pusat aktivitas ekonomi lainnya menunjukkan lalu lintas tetap ramai. Warga tampak masih menjalankan rutinitas harian mereka seperti biasa, meski sebagian mulai memilih untuk menggunakan masker. Imbauan untuk Kelompok Rentan Menyikapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Mereka meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama apabila kualitas udara semakin memburuk. "Imbauan terutama ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," ujar pihak BPBD dalam keterangannya. Lebih lanjut, masyarakat juga disarankan untuk selalu menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan. Kesadaran kolektif untuk menjaga diri menjadi kunci utama di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda.
Artikel Terkait
Api Kembali Membesar di Gedung Bapenda DKI, 105 Personel Damkar Dikerahkan
BPDP Buka Lomba Riset Mahasiswa 2026-2027, Dorong Inovasi Tingkatkan Produktivitas Sawit, Kakao, dan Kelapa Tanpa Perluas Lahan
Erick Thohir Janji Evaluasi Menyeluruh Usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026
Kebakaran Hebat Landa Gedung di Gambir Jakarta Pusat, 100 Personel Damkar Dikerahkan