Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Setelah Data Pekerjaan AS Turun, Meredam Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:50 WIB
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Setelah Data Pekerjaan AS Turun, Meredam Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

PARADAPOS.COM - Wall Street menutup perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di level tertinggi sepanjang masa. Hal ini dipicu oleh data lapangan kerja AS yang mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak Februari, yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks S&P 500 naik 0,6 persen ke 7.753,92, Nasdaq melonjak 1,3 persen ke 26.690,62, dan Dow Jones bertambah 0,3 persen ke 54.036,52. Pekan ini menjadi yang terbaik bagi ketiga indeks sejak pertengahan April, ditopang oleh penurunan harga minyak, pendapatan perusahaan yang solid, serta pemulihan saham-saham teknologi.

Data Pekerjaan Mendinginkan Spekulasi Suku Bunga

Laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian turun 23 ribu pada Juli, berbanding terbalik dengan perkiraan para ekonom yang memprediksi kenaikan 85 ribu. Revisi data untuk Mei dan Juni juga menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni total 103 ribu. Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun tipis ke 4,1 persen dari 4,2 persen. "Laporan pekerjaan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan mendinginkan imbal hasil obligasi, yang merupakan dorongan bagi saham untuk naik," kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott. Penurunan jumlah pekerjaan ini sebagian besar dipengaruhi oleh berkurangnya hampir 50 ribu pekerjaan pendidikan pemerintah daerah setiap bulannya. Data ini hadir di tengah situasi yang pelik bagi bank sentral. Di satu sisi, pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih terbilang solid. Namun di sisi lain, risiko inflasi tetap tinggi akibat volatilitas harga minyak yang dipicu konflik Timur Tengah. Beberapa pejabat The Fed bahkan menunjukkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir mereka di bulan Juli. Dilema mandat ganda The Fed pun kian terlihat. Inflasi yang tinggi menuntut pengetatan kebijakan, sementara ketahanan pasar tenaga kerja memberi ruang terbatas untuk pelonggaran. Kenaikan biaya pinjaman memang bisa menekan inflasi, tetapi berisiko merusak pasar tenaga kerja dan ekonomi secara luas. Alat ukur CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga seperempat poin pada September turun drastis menjadi sekitar 42 persen, dari sebelumnya 55 persen sehari sebelum rilis data.

Saham Chip Bangkit dari Keterpurukan

Di luar data ekonomi, ada kisah menarik dari sektor semikonduktor. Indeks Semikonduktor Philadelphia mencatat kenaikan mingguan sebesar 9,3 persen, sebuah awal Agustus yang impresif setelah anjlok lebih dari 20 persen pada Juli. Saham-saham chip memang menjadi motor penggerak utama perdagangan kecerdasan buatan (AI) yang sempat melambungkan Wall Street ke rekor awal tahun. Namun, dalam dua bulan terakhir, perdagangan AI meredup. Investor mulai khawatir akan valuasi yang terlalu tinggi, ketidakpastian pengembalian investasi AI yang besar, dan persaingan dari Tiongkok. Titik balik terjadi setelah Microsoft mengumumkan hasil kuartalan yang luar biasa pada akhir Juli. Yang menarik, raksasa teknologi ini menjadi perusahaan AI besar pertama yang tidak menaikkan rencana pengeluarannya, menandakan berakhirnya fase koreksi. Angka kuat dari Amazon turut mengerek sentimen pasar. Para pelaku pasar juga menyoroti kisah dana lindung nilai Leopold Aschenbrenner, "Situational Awareness", sebagai pemicu pelemahan dan pemulihan perdagangan AI. Berkat pemulihan ini, Wall Street berhasil merebut kembali rekor tertingginya pada Selasa, untuk pertama kalinya sejak awal Juni. Meski sempat terkoreksi pada Rabu dan Kamis karena respons kurang memuaskan terhadap laporan keuangan SpaceX, Advanced Micro Devices, Sandisk, dan Western Digital, pasar kembali menguat di akhir pekan. Pada Jumat, saham Airbnb dan Cloudflare menjadi sorotan utama. Airbnb melonjak 17,4 persen, sementara Cloudflare naik 5,6 persen setelah mengumumkan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi. Cloudflare diuntungkan oleh meningkatnya permintaan akan infrastruktur untuk meningkatkan skala program AI.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini