INTI Lantik Pengurus Baru 2026-2030, Hashim Djojohadikusumo Jadi Dewan Penasihat

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 05:50 WIB
INTI Lantik Pengurus Baru 2026-2030, Hashim Djojohadikusumo Jadi Dewan Penasihat

PARADAPOS.COM - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2030 dalam sebuah seremoni di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam acara yang berlangsung tersebut, Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, secara resmi ditetapkan sebagai Dewan Penasihat INTI. Pelantikan ini juga mengukuhkan jajaran GEMA INTI dan PINTI, sekaligus memperkenalkan 26 program kerja yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Suasana khidmat tampak menyelimuti ruang acara saat pengambilan sumpah pengurus dilakukan. Para pengurus yang dilantik berasal dari berbagai daerah, menunjukkan luasnya jangkauan organisasi ini. Selain agenda seremonial, momen ini menjadi ajang pemaparan visi dan arah organisasi ke depan di hadapan para anggota dan undangan.

Fokus Program Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM

Ketua Umum INTI yang baru, Indra Wahidin, memaparkan bahwa organisasinya telah menyusun 26 program kerja yang akan dieksekusi selama periode kepengurusan ini. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat luas, dengan penekanan khusus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan koperasi, serta fasilitasi investasi dan perdagangan.

"Ke depan itu kita punya 26 program yang menyangkut pengembangan UMKM, pengembangan koperasi, dan tentunya investasi," ujar Indra dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026.

Menurut Indra, sektor ekonomi menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki dampak paling langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pihaknya ingin memastikan bahwa komunitas Tionghoa dapat berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, terutama di tingkat akar rumput.

Beasiswa dan Peran Sosial

Di luar sektor ekonomi, INTI juga tidak melupakan pilar sosial dan pendidikan. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pemberian beasiswa bagi pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Tiongkok. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan internasional yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

"Di samping yang bersifat perdagangan atau investasi, masih ada yang bersifat sosial, pendidikan. Misalnya program pelangi beasiswa di Tiongkok," kata Indra.

Kehadiran program beasiswa ini dinilai strategis, mengingat Tiongkok merupakan salah satu destinasi pendidikan yang semakin populer. INTI berupaya menjembatani para pelajar Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, yang pada akhirnya akan membawa pulang ilmu dan jaringan yang bermanfaat bagi pembangunan di tanah air.

Pesan Kebangsaan dari Hashim Djojohadikusumo

Momen pelantikan ini juga dimanfaatkan oleh Hashim Djojohadikusumo untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Di hadapan para pengurus yang baru dilantik, ia menegaskan pentingnya rasa memiliki terhadap Indonesia bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali komunitas Tionghoa.

"Tanah air Indonesia adalah tanah air untuk semua. Semua komunitas termasuk komunitas Tionghoa. Ini adalah tanah air kalian," tutur Hashim.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat akan semangat inklusivitas yang selama ini menjadi fondasi berdirinya INTI. Hashim menekankan bahwa identitas kesukuan atau latar belakang budaya tidak seharusnya menjadi pembatas dalam berkontribusi untuk bangsa.

Penguatan Peran Generasi Muda

Kepengurusan INTI periode 2026-2030 tidak hanya berfokus pada program jangka pendek. Organisasi ini juga menargetkan penguatan peran generasi muda dalam struktur dan kegiatan organisasi. Langkah ini diambil sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan organisasi.

Dengan melibatkan generasi muda secara aktif, INTI berharap dapat mendorong kontribusi yang lebih besar dalam berbagai bidang pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan cita-cita bersama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana seluruh potensi anak bangsa, termasuk dari komunitas Tionghoa, dioptimalkan untuk kemajuan negara.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar