PARADAPOS.COM - Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat menyentuh Rp59.650 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras dibanderol Rp29.450 per kg. Data ini merupakan pantauan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan dilansir dari laporan Antara di Jakarta. Selain dua komoditas tersebut, harga bawang merah juga terpantau di angka Rp39.550 per kg, dan bawang putih menyusul di level Rp41.050 per kg.
Fluktuasi harga pangan memang selalu menjadi perhatian utama, terutama menjelang akhir pekan. Angka-angka ini memberikan gambaran terkini mengenai beban belanja masyarakat di pasar tradisional maupun ritel modern. PIHPS sendiri menjadi salah satu rujukan utama karena datanya diperbarui secara berkala dari berbagai daerah.
Rincian Harga Beras Berbagai Kualitas
Untuk kategori beras, PIHPS mencatat adanya perbedaan harga yang cukup tipis antar kualitas. Beras kualitas bawah I dijual di harga Rp14.800 per kg, sedangkan kualitas bawah II sedikit lebih murah, yakni Rp14.600 per kg. Sementara itu, untuk konsumen yang mencari kualitas menengah, beras medium I dipatok di harga Rp16.450 per kg dan medium II di angka Rp16.250 per kg.
Di sisi lain, segmen beras premium juga terpantau stabil. Beras kualitas super I dibanderol Rp17.750 per kg, dan super II berada di level Rp17.200 per kg. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh tingkat polesan, kadar air, serta daerah asal produksi.
Harga Cabai Merah Besar dan Daging Ayam
Memasuki komoditas lainnya, PIHPS juga mencatat pergerakan harga untuk cabai merah besar yang mencapai Rp49.900 per kg. Adapun cabai merah keriting sedikit lebih tinggi di angka Rp50.400 per kg, dan cabai rawit hijau menyentuh Rp50.600 per kg. Pergerakan harga cabai ini kerap kali menjadi penyumbang inflasi terbesar jika terjadi gagal panen di sentra produksi.
Untuk protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat di level Rp40.050 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dibanderol lebih mahal, yakni Rp151.750 per kg, dan kualitas II berada di harga Rp143.050 per kg. Selisih harga yang cukup jauh antara daging ayam dan sapi ini mencerminkan perbedaan biaya produksi dan rantai distribusi yang lebih panjang untuk daging sapi.
Gula Pasir dan Minyak Goreng
Pada kelompok bumbu dan kebutuhan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium dijual dengan harga Rp20.300 per kg. Sedangkan gula pasir lokal sedikit lebih murah, yaitu Rp19.150 per kg. Kualitas dan tingkat kemurnian menjadi pembeda utama antara kedua jenis gula ini.
Terakhir, untuk kebutuhan minyak goreng, harga minyak curah tercatat di angka Rp20.450 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dijual lebih mahal di harga Rp24.450 per liter, dan kemasan bermerek II di level Rp23.500 per liter. "Kenaikan harga minyak goreng kemasan biasanya dipengaruhi oleh harga CPO global dan biaya kemasan," ujar seorang pedagang di Pasar Senen saat ditemui beberapa waktu lalu. "Kalau curah, harganya lebih fleksibel mengikuti pasokan," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mantan Sekda Konawe Selatan Tabrak Adik Kandung Saat Hendak Kabur dari Penggerebekan Istri
Prabowo Ungguli Elektabilitas Versi IPO, KDM dan Anies Bersaing Ketat di Papan Atas
Kebakaran Bromo Diduga Dipicu Perapian Pelintas Jalur Tradisional, TNBTS Fokus Padamkan Api
INTI Lantik Pengurus Baru 2026-2030, Hashim Djojohadikusumo Jadi Dewan Penasihat