PARADAPOS.COM - Serangan udara saling balas antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya tiga orang tewas dan sepuluh lainnya luka-luka dalam rentetan serangan yang terjadi semalam, Sabtu, 8 Agustus 2026. Klaim saling tuduh pun mewarnai eskalasi terbaru di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda ini.
Di sisi Ukraina, tiga korban tewas dan tiga lainnya terluka dilaporkan berjatuhan di tiga lokasi berbeda di Distrik Brovary, wilayah Kyiv. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyampaikan bahwa puing-puing yang berjatuhan akibat serangan tersebut merusak sejumlah rumah warga, bangunan pendukung, dan kendaraan. Sebuah bangunan nonhunian juga dilaporkan terbakar hebat.
"Tim penyelamat dan seluruh layanan terkait sedang bekerja di lokasi. Upaya penanganan dampak serangan masih berlangsung," kata Tkachenko melalui kanal Telegramnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia buka suara dengan mengonfirmasi serangan ke Kyiv. Mereka menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas industri militer serta depot bahan bakar dan pelumas di ibu kota Ukraina. Dalam pernyataan yang sama, kementerian itu juga mengklaim berhasil menghantam dua kapal kargo yang disebut mengangkut senjata dan perlengkapan militer menuju pelabuhan Ukraina. Insiden itu disebut terjadi saat kapal melintas di perairan selatan dan timur Odesa.
Drone Ukraina Serang Wilayah Rusia
Serangan balasan pun dilancarkan Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia. Di Wilayah Krasnodar, lima orang dilaporkan terluka setelah puing-puing drone memicu kebakaran di Kilang Minyak Ilsky. Pemerintah daerah setempat memastikan seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara petugas darurat masih berjibaku menangani situasi di lokasi.
Insiden terpisah terjadi di Kota Zadonsk, Wilayah Lipetsk. Dua orang lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah drone jatuh. Gubernur Igor Artamonov menyebut empat rumah warga, sebuah mobil, dan jaringan listrik ikut rusak akibat kejadian ini.
Di Wilayah Samara, Gubernur Vyacheslav Fedorishchev mengungkapkan bahwa salah satu fasilitas industri menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Namun, ia enggan merinci tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim berhasil menembak jatuh 397 drone Ukraina yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Krimea yang dianeksasi dan kawasan Laut Azov. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, mengingat situasi di lapangan yang masih dinamis dan sulit dijangkau.
Artikel Terkait
Wamenpar Resmikan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34, Targetkan 400 Wisatawan Mancanegara
Korea Selatan Batasi Ujian Praktik Mengemudi Imbas Gelombang Panas Ekstrem yang Tingkatkan Risiko Kesehatan
Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti
Penembakan Guncang Festival Budaya Lembah Baliem, Pengunjung Berhamburan