PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memimpin penilaian publik sebagai dua menteri dengan kinerja terbaik sekaligus popularitas tertinggi dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO). Survei yang dirilis pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Jakarta ini menempatkan Purbaya di posisi puncak dengan tingkat kepuasan kinerja 42,8 persen, disusul Teddy di angka 33,5 persen. Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, memaparkan hasil riset tersebut dalam konferensi pers di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error 2,90 persen.
Kinerja dan Popularitas Berjalan Beriringan
Menariknya, temuan IPO menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara penilaian kinerja dan tingkat pengenalan publik. Purbaya tidak hanya unggul dalam hal kinerja, tetapi juga mencatatkan popularitas tertinggi dengan 43,5 persen responden mengaku mengenalnya. Teddy menyusul di posisi kedua dengan tingkat popularitas 41,0 persen. Artinya, dua figur yang dinilai paling bekerja keras juga merupakan dua nama yang paling melekat di benak masyarakat.
Dedi Kurnia Syah menjelaskan bahwa fenomena ini menegaskan bahwa publik cenderung memberikan apresiasi lebih kepada menteri yang terlihat aktif dan berdampak. “Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua,” ujarnya di hadapan awak media.
Peta Persaingan di Bawah Dua Posisi Teratas
Persaingan ketat justru terjadi di bawah bayang-bayang Purbaya dan Teddy. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berhasil merebut posisi ketiga dengan torehan 32,0 persen, hanya berselisih tipis dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memperoleh 30,9 persen. Diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (26,5 persen) dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (25,3 persen).
Lebih jauh ke bawah, nama-nama seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon (21,4 persen) dan Menteri Luar Negeri Sugiono (20,8 persen) masih berada di zona aman. Namun, beberapa menteri lainnya harus rela berada di posisi bawah, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar (11,0 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (10,5 persen), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (6,1 persen), serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hanya menyentuh angka 3,0 persen.
Sisi Gelap Penilaian Publik
Tidak semua menteri menuai angin segar. Survei IPO juga mengungkap adanya persepsi negatif yang cukup tajam terhadap sejumlah pejabat. Menteri HAM Natalius Pigai menempati posisi teratas dalam kategori kinerja buruk dengan angka 51,8 persen. Di bawahnya, Menteri PU Dody Hanggodo mendapat penilaian negatif sebesar 48,5 persen, sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat 4,5 persen.
Dedi menambahkan bahwa fluktuasi penilaian ini adalah hal yang wajar. Ia menekankan bahwa opini publik bersifat cair dan bisa berubah sewaktu-waktu. “Kondisi masyarakat, saya kira, selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” pungkasnya.
Metodologi dan Kredibilitas Survei
Untuk memastikan akurasi data, IPO menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS). Pengumpulan data dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei ini dinilai cukup representatif untuk menggambarkan opini publik nasional terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.
Artikel Terkait
AS Roma Perpanjang Kontrak Lorenzo Pellegrini hingga 2027
Senat AS Sahkan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung ke-88, Gantikan Pam Bondi yang Dipecat Trump
Hanura Ancam Ganti Pengurus Daerah yang Lambat Jalankan Instruksi Pusat
Xabi Alonso Puji Dukungan Luar Biasa Suporter Chelsea di SUGBK Usai Kalahkan AC Milan 3-0