PARADAPOS.COM - Ribuan warga memadati kompleks Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, dalam gelaran bakti sosial tiga hari yang digelar Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak Minggu, 9 Agustus 2026, ini menyediakan layanan kesehatan gratis, konsultasi psikologi, hingga pendampingan UMKM, dengan fokus utama menjangkau warga kurang mampu dan lansia. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dan merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Halaman bersejarah Kelenteng Sam Poo Kong berubah menjadi pusat aktivitas yang hidup. Sejak pagi, area kompleks dipenuhi antrean warga yang ingin memeriksakan kesehatannya. Tidak hanya itu, suasana semakin semarak dengan adanya talk show kesehatan mental dan ruang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang disiapkan panitia. Layanan Kesehatan Lengkap dan Gratis Beragam layanan medis disediakan secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan darah rutin, rekam jantung, hingga cek gigi dan mata. Yang menarik perhatian, ada pula layanan deteksi dini kanker yang jarang ditemukan dalam kegiatan serupa. Ribuan paket vitamin juga dibagikan kepada pengunjung, sementara konsultasi psikologi disediakan bagi mereka yang membutuhkan dukungan kesehatan mental. Para lansia tampak menjadi perhatian khusus dalam kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang datang sejak pagi untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang biasanya sulit diakses karena keterbatasan biaya. Kehadiran layanan ini pun disambut antusias, terutama oleh warga yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya berobat. Dampak Nyata bagi Warga dan Pelaku UMKM Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi warga kurang mampu dan kalangan lansia yang membutuhkan perhatian khusus di bidang kesehatan fisik maupun mental. Selain layanan medis, pendampingan UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri. Para pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produknya sekaligus belajar langsung dari narasumber yang dihadirkan panitia. Suasana hangat terasa di sela-sela keramaian. Warga dari berbagai latar belakang tampak saling berinteraksi, mencerminkan semangat kebersamaan yang ingin ditanamkan oleh penyelenggara. Tidak hanya sekadar acara seremonial, kegiatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Harapan untuk Keberagaman dan Gotong Royong Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia berharap kegiatan ini dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong dan merawat keberagaman dalam bingkai persatuan nasional. Pemilihan lokasi di Sam Poo Kong bukan tanpa alasan, mengingat tempat ini merupakan ikon sejarah yang merepresentasikan akulturasi budaya yang harmonis di Semarang. “Harapan saya, di tempat rumah ibadah yang menjadi ikon ini, gaungnya akan semakin lebih luas. Karena saya ingin kita semua menyadari bahwa merawat keberagaman itu adalah tanggung jawab kita bersama, itu adalah kepentingan kita,” ujar Ketua Umum Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia, Mulia Jayaputri, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Minggu, 9 Agustus 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial tahunan, melainkan sebuah gerakan untuk membangun kesadaran kolektif. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk melakukan hal serupa di daerah masing-masing.
Artikel Terkait
Vikrant Massey Rilis Serial Romantis Terbaru Musafir Cafe di Netflix, Ini Deretan Film dan Serialnya
Pemkab Sigi Libatkan Akademisi Untad Teliti Semburan Air Diduga Mengandung Gas di Palolo
KPK Geledah Tiga Lokasi di Bengkulu Terkait Suap Proyek, Amankan Dokumen dan Barang Elektronik
Survei Kaspersky: Pengguna Mac Kini Lebih Sering Kena Serangan Siber Dibanding Pengguna Windows