PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengambil langkah hati-hati dengan menggandeng akademisi Universitas Tadulako (Untad) untuk meneliti fenomena semburan air yang diduga mengandung gas dan mudah terbakar di Desa Sarumana dan Petimbe, Kecamatan Palolo. Langkah ini diambil setelah proyek pengeboran air tanah milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat memunculkan material gas dari salah satu titik bor. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi dan menunggu hasil kajian ilmiah sebelum memberikan informasi resmi kepada masyarakat.
Fenomena ini bermula dari proyek pengaliran air tanah yang tengah dikerjakan di dua titik lokasi. Dari dua titik tersebut, hanya satu yang mengeluarkan material gas. Sebagai langkah awal, Pemkab Sigi telah mengalirkan air bercampur gas itu ke saluran drainase agar tidak menggenang di sekitar area pengeboran.
"Awalnya itu dari proyek pengaliran air tanah di dua titik tapi hanya satu titik yang mengeluarkan material gas sehingga kami buatkan aliran airnya ke drainase," katanya di Bora, Minggu, 9 Agustus 2026.
Pemeriksaan Geologi Menjadi Prioritas
Bupati Rizal menekankan pentingnya keterlibatan tim akademik yang memiliki keahlian khusus di bidang geologi. Menurutnya, pemeriksaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang karena menyangkut identifikasi karakteristik tanah dan kandungan zat di dalamnya.
"Jadi pemeriksaan ini harus dilakukan tim akademik yang memiliki keahlian di bidang geologi sehingga mengetahui secara pasti fenomena yang terjadi di Palolo," ujarnya.
Sejauh ini, belum tercium bau belerang di lokasi semburan. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim peneliti, karena biasanya bau khas tersebut menjadi penanda adanya aktivitas gas tertentu di bawah permukaan tanah. Rizal mengaku tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan dari apa yang terlihat dan tercium di lapangan.
Menunggu Hasil Kajian Ilmiah
Pihak pemerintah daerah memilih untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada para ahli. Keputusan ini diambil agar informasi yang nantinya disampaikan ke publik memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tentu memang perlu adanya penelitian lebih lanjut sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil kajian ilmiah," ucapnya.
Sambil menunggu proses penelitian berjalan, area sekitar lokasi semburan telah dipasangi garis polisi. Langkah pengamanan ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan mengingat sifat gas yang mudah terbakar.
"Kepada masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan bersama," ujar Bupati Sigi.
Imbauan ini disampaikan mengingat potensi bahaya yang mungkin timbul dari semburan gas tersebut. Warga diminta untuk tetap waspada dan mematuhi batas aman yang telah ditentukan oleh petugas di lapangan.
Artikel Terkait
Kemenkum Lampung Hadirkan Layanan Hukum dan Kekayaan Intelektual di Tengah Perayaan Hari Pengayoman ke-81
Kejaksaan Ekuador Dakwa Tujuh Orang sebagai Dalang Pembunuhan Calon Presiden Villavicencio
Vikrant Massey Rilis Serial Romantis Terbaru Musafir Cafe di Netflix, Ini Deretan Film dan Serialnya
KPK Geledah Tiga Lokasi di Bengkulu Terkait Suap Proyek, Amankan Dokumen dan Barang Elektronik