TNBTS Tutup Total Seluruh Akses Gunung Bromo Akibat Kebakaran yang Meluas

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:00 WIB
TNBTS Tutup Total Seluruh Akses Gunung Bromo Akibat Kebakaran yang Meluas

PARADAPOS.COM - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup total kawasan wisata Gunung Bromo terhitung sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan ini merupakan respons atas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Kaldera Bromo yang hingga kini belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Keputusan ini diambil demi mendukung proses pemadaman serta menjaga keselamatan wisatawan, dan belum ada kepastian kapan kawasan tersebut akan kembali dibuka.

Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pelaku wisata dan calon pengunjung yang telah merencanakan liburan ke salah satu destinasi ikonik Indonesia tersebut. Suasana di sekitar pintu masuk utama, seperti Cemorolawang, tampak sepi dari hiruk-pikuk kendaraan jeep yang biasanya mengantar wisatawan menuju lautan pasir. Padahal, akhir pekan biasanya menjadi hari paling ramai bagi kawasan ini.

Lima Pintu Masuk Resmi Ditutup

Berdasarkan pengumuman resmi bernomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, penutupan ini berdampak pada lima akses utama. Kelima pintu masuk tersebut meliputi Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Artinya, tidak ada celah akses sama sekali bagi siapa pun untuk memasuki kawasan gunung.

Konsekuensinya, seluruh aktivitas wisata dihentikan sementara waktu. Agenda favorit seperti berburu matahari terbit di Penanjakan, petualangan menaiki jeep melintasi lautan pasir, hingga kegiatan berkemah di area kaldera, untuk sementara tidak dapat dilakukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian mengingat api masih berkobar di sejumlah titik.

Fokus Pemadaman di Tiga Titik Api

Hingga saat ini, petugas gabungan masih berjibaku menjinakkan si jago merah di beberapa lokasi. Titik api yang menjadi prioritas penanganan berada di Blok Bantengan, Pusung Jantur, dan Watugede. Kondisi medan yang terjal dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, sehingga proses pemadaman berjalan tidak mudah dan membutuhkan waktu.

"Penutupan ini berlaku sampai batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan yang berada di kawasan Gunung Bromo," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak TNBTS. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tidak ada tenggat waktu pasti, semua bergantung pada kondisi aktual di lapangan.

Solusi bagi Pemegang Tiket Online

Bagi wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket melalui aplikasi booking online, pihak TNBTS memberikan dua opsi. Pertama, wisatawan diperbolehkan menjadwalkan ulang kunjungan mereka ke tanggal lain. Kedua, jika tidak ingin menunggu, pengajuan pengembalian dana secara penuh juga dapat dilakukan. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan kekhawatiran para calon pengunjung yang terdampak.

Pihak TNBTS juga mengimbau masyarakat luas serta para pelaku usaha wisata untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di kawasan Gunung Bromo selama masa penutupan. Larangan ini bukan tanpa alasan; hal ini dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal dan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi petugas gabungan yang tengah bekerja keras di lapangan.

Kawasan wisata Gunung Bromo baru akan kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman dan TNBTS mengeluarkan pengumuman resmi. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terbaru dari kanal resmi TNBTS dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar