Zelensky Klaim 30.000-50.000 Tentara Korea Utara Dikirim ke Rusia untuk Perkuat Pasukan Moskow

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Zelensky Klaim 30.000-50.000 Tentara Korea Utara Dikirim ke Rusia untuk Perkuat Pasukan Moskow

PARADAPOS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengklaim bahwa antara 30.000 hingga 50.000 tentara Korea Utara sedang dalam perjalanan menuju Rusia untuk memperkuat pasukan Moskow dalam perang melawan Ukraina. Klaim tersebut disampaikan Zelensky melalui unggahan di media sosial X, Minggu, 9 Agustus 2026, dan hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak mana pun. Dalam pernyataannya, Zelensky juga menyerukan kerja sama yang lebih erat antara Korea Selatan dan Ukraina untuk mengantisipasi ancaman keamanan di kawasan Asia Timur.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Barat akan keterlibatan langsung Pyongyang dalam konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun tersebut. Zelensky mengungkapkan bahwa pengiriman personel ini bukanlah langkah pertama, melainkan kelanjutan dari dukungan militer Korea Utara yang sebelumnya telah mengirimkan rudal dan amunisi ke Rusia.

"Awalnya kami berbicara tentang ratusan, kemudian ribuan, dan sekarang telah diambil keputusan untuk mengerahkan antara 30.000 hingga 50.000 warga Korea Utara di wilayah Rusia," tulis Zelensky, seperti dikutip dari Sweden Herald.

Motif di Balik Pengiriman Pasukan

Menurut kepala negara Ukraina itu, salah satu tujuan utama Pyongyang mengirim personel militernya ke garis depan adalah untuk memperoleh pengalaman langsung dalam peperangan modern. Zelensky menilai bahwa medan perang di Ukraina saat ini menjadi semacam "laboratorium" bagi militer Korea Utara untuk menguji taktik dan teknologi baru di tengah kondisi pertempuran sesungguhnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa pengalaman tempur yang didapat para prajurit Korea Utara tersebut tidak hanya menjadi masalah bagi Ukraina, tetapi juga dapat meningkatkan ancaman nyata terhadap negara-negara di kawasan Asia Timur. Kekhawatiran ini disampaikan Zelensky di tengah ketegangan yang masih membara di Semenanjung Korea.

"Karena itu, saya percaya Korea Selatan perlu menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Ukraina," ujarnya.

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Rusia maupun Korea Utara terkait klaim mengejutkan tersebut. Para analis militer juga masih mencermati kebenaran informasi ini, mengingat belum adanya bukti visual atau intelijen publik yang dapat mengonfirmasi pergerakan pasukan dalam skala sebesar itu.

Situasi ini menambah lapisan baru dalam dinamika perang yang telah memakan banyak korban sipil. Sebelumnya, serangan rudal dan drone Rusia yang menyasar Kyiv serta sejumlah wilayah lain di Ukraina pada pekan lalu menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 44 lainnya, menunjukkan bahwa intensitas pertempuran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar