Klinik DermaPro Luncurkan Ultracol, Kolagen Stimulator Suntik untuk Atasi Penuaan Dini

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Klinik DermaPro Luncurkan Ultracol, Kolagen Stimulator Suntik untuk Atasi Penuaan Dini

PARADAPOS.COM - Memasuki usia 25 tahun, produksi kolagen alami kulit mulai menurun, memicu tanda penuaan dini seperti kulit kendur, garis halus, dan hilangnya elastisitas. Menjawab kebutuhan tersebut, Klinik DermaPro memperkenalkan Ultracol, sebuah inovasi kolagen stimulator berbasis mikrosfer Polydioxanone (PDO) yang disuntikkan untuk merangsang produksi kolagen secara alami. Berbeda dengan filler atau tanam benang, metode ini diklaim memberikan hasil natural dengan waktu pemulihan singkat, serta efektif untuk area wajah dan leher dengan daya tahan hingga 24 bulan.

Di tengah maraknya prosedur estetika invasif, hadirnya teknologi ini menjadi angin segar bagi mereka yang menginginkan perbaikan kualitas kulit tanpa efek samping berlebihan. Saat tim redaksi menelusuri langsung ke klinik, suasana ruang tunggu terasa tenang dengan beberapa pasien yang tengah berkonsultasi mengenai perawatan kulit. Dokter spesialis pun tampak sibuk memeriksa kondisi kulit pasien satu per satu sebelum menentukan tindakan yang tepat.

Mekanisme Kerja Ultracol: Stimulasi Bukan Penggantian

Ultracol bekerja dengan cara yang berbeda dari pendekatan konvensional. Alih-alih mengisi volume secara langsung, cairan ini disuntikkan ke lapisan kulit untuk memicu produksi kolagen secara mandiri. Prinsip ini diyakini lebih aman karena tubuh secara alami membentuk jaringan baru, sehingga hasilnya tampak lebih halus dan tidak kaku.

Dokter Klinik DermaPro, dr. Andreas Surya, menjelaskan bahwa pendekatan ini mengedepankan estetika yang natural. Ia menuturkan bahwa perawatan ini dirancang untuk memberikan efek cerah, kenyal, dan meningkatkan elastisitas kulit secara keseluruhan.

"Ultracol merupakan kolagen stimulator yang berfungsi sebagai anti-aging untuk membuat kulit lebih cerah, kenyal, lifting, dan meningkatkan elastisitas," jelas dr. Andreas saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

"Dengan kolagen stimulator ini, hasil penyuntikan akan tampak lebih natural. Dalam waktu satu bulan, kulit akan terlihat lebih lifting tanpa adanya bengkak, gumpalan, atau tarikan yang memaksa," tambahnya.

Efektivitas dan Ketahanan Hasil

Yang menarik dari inovasi ini adalah cakupan area perawatannya. Selain wajah, Ultracol juga diklaim efektif untuk mengencangkan kulit di area leher. Ketahanan hasilnya pun terbilang impresif, yakni berkisar antara 12 hingga 24 bulan, tergantung pada kondisi kulit masing-masing individu. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang ingin hasil tahan lama namun tetap aman jika dikombinasikan dengan perawatan lain.

Dari sisi praktis, efisiensi waktu menjadi nilai jual utama. Prosedur ini tidak memerlukan waktu istirahat panjang, sehingga pasien dapat segera kembali ke rutinitas harian. Hal ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi profesional muda yang memiliki mobilitas tinggi.

Testimoni Pasien: Pengalaman Langsung

Pengalaman langsung disampaikan oleh artis sekaligus pasien Klinik DermaPro, Amel Alvi. Ia mengaku sangat puas dengan hasil yang didapatkannya. Menurutnya, proses pemulihan yang singkat memungkinkannya untuk langsung beraktivitas normal setelah perawatan, sebuah keuntungan besar di tengah jadwalnya yang padat.

"Treatment ini bagus banget karena downtime-nya tidak terlalu lama. Kulit jadi lebih lifting dan kencang. Kita juga bisa langsung memakai make-up setelahnya, asalkan tidak mengenai titik-titik bekas suntikan," ungkap Amel.

Meski demikian, dr. Andreas mengingatkan bahwa hasil setiap individu dapat bervariasi. Faktor gaya hidup, pola makan, dan perawatan kulit harian tetap memegang peranan penting dalam mempertahankan hasil optimal. Konsultasi awal dengan dokter spesialis menjadi langkah krusial untuk menentukan apakah prosedur ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit pasien.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar