PARADAPOS.COM - Ribuan jamaah memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (9/8) dalam gelaran Zikir Kebangsaan dan Doa Keselamatan Bangsa yang dirangkai dengan Haul Pendiri NKRI. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Jam'iyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah wal Jama'ah (PB Jatma Aswaja) ini dihadiri hampir 120 ribu orang, termasuk sejumlah pejabat negara dan tokoh lintas agama, sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Suasana khusyuk menyelimuti area masjid sejak pagi. Lantunan doa dan zikir bergema bergantian dengan lantunan ayat suci, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut berlangsung tertib, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap acara tahunan ini.
Momentum Spiritual Menjelang HUT RI
Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kebangsaan dan memohon keselamatan bagi negeri. Panitia sengaja mengemas acara dengan nuansa kebangsaan yang kental, mengingatkan kembali pada nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.
“Doa bersama ini adalah wujud nyata kecintaan kami pada tanah air. Kami ingin mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenung dan bersyukur atas kemerdekaan yang telah diraih,” ujar salah satu pengurus inti PB Jatma Aswaja di sela-sela acara, Minggu sore.
Ia menambahkan, keberadaan tokoh lintas agama dalam acara tersebut menjadi simbol kuat bahwa persatuan bangsa adalah harga mati yang harus dijaga bersama. Hal ini dinilai penting, terutama di tengah dinamika sosial yang kerap diuji oleh perbedaan.
Haul Pendiri NKRI dan Makna Persatuan
Rangkaian Haul Pendiri NKRI yang dihelat dalam kesempatan yang sama menjadi pengingat historis atas jasa para ulama dan negarawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Melalui doa bersama, generasi masa kini diajak untuk meneruskan semangat tersebut dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pantauan di lokasi, jamaah yang datang tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah. Mereka rela meluangkan waktu untuk hadir, memadati pelataran dan ruang utama masjid. Beberapa di antaranya tampak duduk bersimpuh di koridor, larut dalam lantunan doa yang dipanjatkan.
Acara berlangsung lancar hingga akhir. Puncaknya, seluruh jamaah serentak memanjatkan doa keselamatan untuk bangsa, sebuah harapan kolektif agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan dan diberikan keberkahan di usia kemerdekaannya yang ke-81. (Irfansyah Naufal Nasution/Andi Bagasela/Rijalul Vikry)
Artikel Terkait
Pemkab Bekasi Uji Coba Pertanian Modern Tabela di Bojongmangu, Target Produktivitas Capai 10 Ton per Hektare
Arsenal Kalah 2-3 dari Dortmund di Emirates Cup, The Gunners Menang Adu Penalti
Kebakaran Lahan Meluas, Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Klinik DermaPro Luncurkan Ultracol, Kolagen Stimulator Suntik untuk Atasi Penuaan Dini