PARADAPOS.COM - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, melakukan inspeksi mendadak ke Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan pemeriksaan dan tindakan karantina berjalan optimal, efektif, dan sesuai regulasi di salah satu pintu masuk komoditas strategis tersebut. Dalam tinjauannya, Karding mengecek langsung proses pemeriksaan dokumen, komoditas, hingga koordinasi antar petugas dan pemangku kepentingan di lapangan.
Suasana terminal kargo pagi itu tampak sibuk namun terorganisir. Karding tiba dan langsung menyusuri area pemeriksaan, sesekali berhenti untuk berdialog dengan petugas dan menanyakan kendala teknis yang mereka hadapi. Ia menegaskan bahwa fungsi utama karantina harus berjalan dengan baik, terutama di titik yang menjadi gerbang lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.
"Hari ini saya ke Jawa Timur untuk melihat proses pelayanan, terutama untuk memastikan kebutuhan kinerja pelayanan dan pemeriksaan di lapangan terpenuhi," kata Karding di sela-sela peninjauannya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dan tindakan karantina merupakan garda terdepan yang harus dipastikan berjalan mulus. Menurutnya, kelancaran pelayanan di bandara ini berdampak langsung pada rantai distribusi komoditas strategis di wilayah Jawa Timur. Dari hasil pengecekannya, Karding menilai sejumlah fasilitas dan aktivitas pelayanan, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik komoditas, hingga pengawasan media pembawa, telah berjalan sesuai prosedur.
Target Kapasitas Instalasi Karantina Terpadu
Tidak hanya meninjau bandara, Karding juga menyoroti kinerja Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur yang berlokasi di kawasan Puspa Agro Sidoarjo. Fasilitas yang diresmikan pada Jumat (8/5) itu dinilainya sudah berjalan cukup baik, namun masih perlu sejumlah pembenahan. Ia memastikan instalasi tersebut akan dioptimalkan untuk mengejar target kapasitas penanganan hingga 1.000 sampai 2.000 kontainer per hari.
Realisasi saat ini memang baru mencapai sekitar 670 kontainer per hari. Karding mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama menyangkut infrastruktur pendukung.
"Kami akan perbaiki persoalan di lapangan seperti listrik dan peralatan yang harus segera dilengkapi, guna memenuhi target tersebut," ungkapnya.
Penguatan Sinergi di Lapangan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, menuturkan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan di seluruh tempat pemasukan dan pengeluaran, termasuk Bandara Internasional Juanda. Menurutnya, sinergi dengan pengelola bandara, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem karantina yang efektif dan tidak menghambat arus logistik.
Hudiansyah menyebut volume lalu lintas komoditas di Satpel Bandara Juanda termasuk tinggi. Hal ini menuntut peningkatan pelayanan dan pengawasan secara berkelanjutan agar proses bisnis karantina tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati.
"Perlu diketahui lalu lintas komoditas baik hewan, ikan, dan tumbuhan di Satpel Bandara Juanda termasuk tinggi. Oleh karena itu pelayanan dan pengawasan oleh petugas perlu ditingkatkan guna mendukung proses bisnis karantina berjalan dengan baik," ujarnya.
Artikel Terkait
STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung Usai Kalahkan UPI 1-0
Persija Jakarta Targetkan Gelar Juara untuk Kado HUT ke-500 Jakarta Usai Gaet Bank Jakarta
8 Tewas, 1 Hilang Akibat Hujan Lebat dan Longsor yang Dipicu Siklon Tropis di Filipina
Polda Sumut Sita 169,6 Kg Ganja dari Dua Lokasi di Deli Serdang, Tiga Kurir Ditangkap