STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung Usai Kalahkan UPI 1-0

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:00 WIB
STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung Usai Kalahkan UPI 1-0

PARADAPOS.COM - STKIP Pasundan memastikan diri sebagai juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung. Pada laga pamungkas yang digelar di Lapangan Saraga ITB, Sabtu (8/8/2026), tim asuhan Agus Santosa itu menaklukkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan skor tipis 1-0. Hasil ini mengunci posisi mereka di puncak klasemen dengan koleksi 36 poin, hasil dari sapu bersih 12 pertandingan. Sementara itu, UPI harus puas bertahan di peringkat kedua dengan mengumpulkan 30 poin.

Kompetisi yang diikuti tujuh tim ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, tepatnya sejak 25 April hingga 8 Agustus 2026. Turnamen ini bukan sekadar ajang adu skill di lapangan hijau, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola mahasiswa yang berkelanjutan. Banyak pihak terlibat di dalamnya, mulai dari pemain, pelatih, pengelola tim, hingga para volunteer yang bekerja di balik layar.

Liga Universitas Disiapkan Berkelanjutan

Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk berjalan dalam jangka panjang. Ia hadir langsung di Lapangan Saraga ITB untuk menyaksikan laga penentuan tersebut.

"Liga Universitas ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. Jadi, tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami," ujar Tisha di sela-sela pertandingan.

Menurutnya, ajang ini juga menjadi sarana untuk membangun komunitas sepak bola kampus yang lebih luas. Kehadiran para pendukung dan penggerak di luar pemain menjadi perhatian khusus.

"Yang paling utama adalah ini membentuk satu komunitas bagi mahasiswa, tidak cuma yang main, tetapi juga the man behind the scene, the man behind the match," tuturnya.

Para volunteer disebutnya mendapatkan pengalaman langsung dalam penyelenggaraan pertandingan. Mereka belajar tentang manajemen kompetisi olahraga secara profesional, sesuatu yang mungkin tidak mereka dapatkan di bangku kuliah. Selain itu, format pertandingan yang memberi jeda antarlaga dinilai positif. Pemain punya waktu untuk pemulihan, sementara pelatih bisa mengevaluasi penampilan dan menyusun program latihan yang lebih matang.

Kompetisi Ditargetkan Berkembang ke Tingkat Nasional

Saat ini, Liga Universitas masih berada dalam tahap pengembangan akar rumput. Dua wilayah yang menjadi titik awal adalah Regional Bandung dan Regional Jakarta. Namun, rencana pengembangan sudah disusun.

Jumlah regional berpeluang bertambah menjadi tiga wilayah pada tahun depan. Jika perkembangan berjalan sesuai harapan, kompetisi ini akan ditingkatkan ke level yang lebih tinggi.

"Kalau nanti sudah lama-kelamaan berkembang jadi empat sampai enam regional, barulah kami akan membuat tingkat nasional. Hari ini kami inginnya grassroots-nya dulu yang terbangun. Jadi, harus perlahan-lahan," jelas Tisha.

Di luar persaingan antar tim, ada cerita menarik lainnya. Dua peserta Liga Universitas, Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), terpilih mengikuti agenda di United Nations Headquarters, New York, pada 18 Juli 2026. Ini menjadi bukti bahwa kompetisi ini tidak hanya berhenti di lapangan.

STKIP Pasundan semakin mendominasi penghargaan individu. Agus Santosa dinobatkan sebagai pelatih terbaik, sementara Ardiansyah Harahap menjadi pemain terbaik. Muhammad Firman Januari, juga dari STKIP Pasundan, menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 13 gol. Di sisi lain, Tubagus Hussein Ali Ramadhan dari UPI meraih penghargaan kiper terbaik.

Penghargaan lain turut diberikan kepada Universitas Swadaya Gunung Jati sebagai tim Fair-Play. Sanjaya Raga dinobatkan sebagai volunteer terbaik, dan Dedi Samsuri mendapat penghargaan sebagai wasit terbaik sepanjang turnamen.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar