Banjir Monsun Barat Daya Lumpuhkan Metro Manila, PAGASA Prediksi Hujan Ekstrem Berlanjut

- Senin, 10 Agustus 2026 | 00:25 WIB
Banjir Monsun Barat Daya Lumpuhkan Metro Manila, PAGASA Prediksi Hujan Ekstrem Berlanjut

PARADAPOS.COM - Hujan monsun barat daya yang mengguyur deras sejak Sabtu pagi melumpuhkan sebagian besar wilayah Metro Manila, Filipina. Otoritas setempat melaporkan banjir setinggi lutut orang dewasa merendam kota Valenzuela, sementara genangan air hingga 20 sentimeter menutup sejumlah jalan protokol utama. Badan Meteorologi Negara (PAGASA) mengeluarkan peringatan dini bahwa curah hujan ekstrem akibat penguatan fenomena Habagat diprediksi berlanjut hingga malam hari.

Situasi di lapangan berubah cepat. Kawasan pemukiman di Valenzuela, yang biasanya padat dengan aktivitas warga, kini berubah menjadi aliran sungai dadakan. Para pekerja yang hendak berangkat terpaksa mengurungkan niatnya karena jalur transportasi darat terputus total. Beberapa warga terlihat berjalan terseok-seok menembus air keruh sambil mengangkat barang bawaan di atas kepala, berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Lumpuhnya Aktivitas dan Respons Otoritas

Otoritas Pembangunan Metropolitan Manila (MMDA) mencatat genangan air dengan kedalaman bervariasi, mulai dari yang tipis hingga mencapai dua puluh sentimeter di ruas-ruas jalan protokol. Hal ini secara langsung mengganggu arus lalu lintas dan memaksa sejumlah pengendara memutar balik mencari rute alternatif. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun kerugian material dan terganggunya mobilitas warga sudah tidak bisa dihindari.

Di tengah kekacauan ini, Badan Meteorologi Negara atau PAGASA telah bergerak cepat. Mereka mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang ditujukan kepada seluruh warga Metro Manila dan daerah sekitarnya.

Penyebab dan Proyeksi Cuaca

PAGASA menjelaskan bahwa penyebab utama bencana ini adalah menguatnya monsun barat daya, yang secara lokal dikenal sebagai Habagat. Fenomena atmosfer ini memicu terbentuknya awan-awan konvektif tebal yang menghasilkan hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi yang lama.

"Penguatan monsun barat daya atau yang secara lokal disebut sebagai Habagat menjadi penyebab utama tingginya curah hujan yang diprediksi masih akan terus berlanjut hingga malam hari," ujar pihak PAGASA dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan bahwa potensi banjir susulan masih terbuka lebar, mengingat tanah di sebagian besar wilayah telah jenuh oleh air.

Warga pun diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai. Pemerintah setempat menyiapkan pusat evakuasi darurat, sementara tim penyelamat disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Meski hujan diperkirakan mereda, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar