PARADAPOS.COM - Pembalap muda asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, mencatatkan posisi strategis di paruh musim Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Hingga saat ini, Veda yang membela tim Honda Team Asia itu duduk di peringkat kedua klasemen sementara Rookie of the Year dengan koleksi 97 poin, hanya terpaut 30 poin dari pemuncak klasemen Brian Uriarte. Pencapaian ini menjadi sorotan utama persaingan pembalap debutan musim ini.
Perjalanan Veda di musim perdananya tidak bisa dibilang mudah. Namun, dari total 11 pembalap debutan yang terdaftar, namanya justru konsisten berada di papan atas. Ketangguhannya dalam mengarungi seri demi seri menjadi modal besar untuk terus menekan para pesaingnya, termasuk rival terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia yang mengoleksi 86 poin.
Konsistensi yang Berbicara
Berbeda dengan banyak rookie lain yang kerap kehilangan poin akibat insiden di lintasan, Veda justru tampil dengan pengendalian diri yang matang. Ia hampir selalu menembus zona 10 besar dalam setiap balapan yang telah berlangsung. Sikapnya yang tenang dan cermat dalam mengelola risiko ini menjadi pembeda utama dari pembalap pendatang baru lainnya. Alih-alih memaksakan diri, ia memilih bermain aman namun tetap agresif saat peluang terbuka.
Sejarah di Sirkuit Ayrton Senna
Momen paling bersejarah bagi Veda terjadi di GP Brasil. Di Sirkuit Ayrton Senna, ia berhasil finis di posisi ketiga dan mengukir namanya sebagai pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium kelas Grand Prix Moto3. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah pernyataan bahwa dirinya layak diperhitungkan di panggung balap paling kompetitif di dunia.
Ujian Adaptasi di Benua Eropa
Sirkuit-sirkuit baru di Eropa kerap menjadi momok bagi para debutan. Namun, Veda menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Contohnya saat balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris, yang memiliki panjang 5,9 kilometer dan sama sekali baru baginya. Meski harus memulai balapan dari posisi ke-15, ia mampu tampil agresif dan menyelesaikan balapan utama di posisi kesembilan. Hasil tersebut menjadi bukti nyata bahwa ia mampu membaca trek dengan cepat dan efisien.
Harapan Besar dari Kubu Honda
Di tengah dominasi motor KTM di klasemen rookie, Veda justru menjadi andalan utama Honda Team Asia. Ia adalah salah satu penunggang NSF250RW yang paling kompetitif dan secara konsisten menyumbangkan poin penting bagi tim. Kepercayaan penuh dari pabrikan Jepang itu pun menjadi energi tambahan bagi Veda untuk terus berkembang dan bersaing di barisan depan.
Peta Persaingan Rookie of the Year
Persaingan menuju gelar debutan terbaik masih terbuka lebar. Berikut adalah posisi sementara para pembalap debutan Moto3 2026:
1. Brian Uriarte — 127 poin
2. Veda Ega Pratama — 97 poin
3. Hakim Danish — 86 poin
4. Rico Salmela — 60 poin
5. Jesus Rios — 49 poin
6. Casey O'Gorman — 44 poin
7. Leo Rammerstorfer — 4 poin
8. Zen Mitani — 2 poin
9. Ruche Moodley — 0 poin
10. Kiattisak Singhapong — 0 poin
11. Eduardo Gutiérrez — 0 poin
Dengan masih tersisa beberapa seri penting di paruh kedua musim, termasuk seri kandang di GP Mandalika, peluang Veda untuk terus menambah poin dan mengunci gelar Rookie of the Year Moto3 2026 masih sangat terbuka lebar. Tekanan justru kini beralih ke para pesaingnya untuk bisa menjaga konsistensi sepanjang musim.
Artikel Terkait
Survei IPO: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Puncaki Kinerja Kabinet Merah Putih
Polda Kalbar Imbau Warga Waspada Karhutla Usai 1.483 Titik Panas Terdeteksi
Brigdalkarhutla Kalsel Petakan Empat Titik Rawan Karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang
Pemkab Cianjur Siagakan Armada Pemadam hingga Desa Usai 20 Hektare Lahan di Gunung Gede Terbakar