PARADAPOS.COM - Persib Bandung buka suara terkait sanksi larangan mendaftarkan pemain baru (Registration Ban) yang dijatuhkan FIFA. Manajemen klub menegaskan hukuman tersebut berakar dari kasus lama pada 2022, tepatnya menyangkut laporan mantan pelatih kepala, Robert Rene Alberts. Klub mengaku baru menerima informasi resmi mengenai keputusan tersebut dan saat ini tengah mengkaji langkah hukum yang akan diambil, sambil memastikan persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Kabar ini tentu saja langsung menyita perhatian publik, khususnya para pendukung setia Maung Bandung. Pasalnya, sanksi semacam ini berpotensi mengganggu rencana komposisi skuad jika tidak segera diantisipasi. Namun, dari nada pernyataan resmi yang dirilis, manajemen mencoba menenangkan situasi dengan menekankan bahwa persoalan ini bukanlah hal baru yang muncul belakangan. Pernyataan Resmi dan Langkah Klub Dalam keterangan tertulisnya, manajemen Persib tidak menampik adanya keputusan dari badan sepak bola dunia tersebut. Mereka justru menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang ada. Proses kajian hukum yang mendalam disebut tengah berjalan untuk memetakan posisi klub serta menentukan langkah penyelesaian yang paling tepat sesuai mekanisme yang berlaku. “Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus,” bunyi pernyataan resmi klub, Senin (10/8/2026). Pernyataan tersebut menjadi penegasan pertama kalinya dari pihak klub setelah kabar sanksi ini mengemuka. Lebih lanjut, manajemen menekankan bahwa penyelesaian perkara ini menjadi prioritas utama. Mereka berjanji tidak akan tinggal diam dan akan menempuh seluruh jalur yang tersedia demi menjaga stabilitas klub, baik di kompetisi domestik maupun pentas Asia. “Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut. Dampak pada Persiapan Musim Baru Kekhawatiran terbesar tentu muncul dari sisi teknis. Apakah sanksi ini akan menghambat proses registrasi pemain anyar yang sudah direkrut? Menjawab hal itu, manajemen PERSIB dengan tegas menyatakan bahwa agenda utama tim tidak terganggu. Seluruh pemain baru yang didatangkan pada bursa transfer kali ini telah diproses administrasi pendaftarannya kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Proses ini disebutkan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga kepastian keikutsertaan mereka di kompetisi musim depan diharapkan tidak menemui kendala. Himbauan untuk Bobotoh Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, manajemen PERSIB juga menyampaikan pesan khusus kepada Bobotoh. Mereka meminta seluruh pendukung untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang. Pihak klub memastikan bahwa persiapan menyambut musim baru tetap berjalan sesuai rencana yang telah disusun. “Kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas pihak klub. Pernyataan ini setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi para suporter yang selama ini menantikan aksi tim kesayangannya di musim depan. Dengan segala dinamika yang ada, publik kini menunggu langkah konkret selanjutnya dari manajemen dalam menyelesaikan perkara yang berlarut ini.
Artikel Terkait
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Keutamaan Membaca Istighfar: Janji Jalan Keluar dari Kesulitan hingga Rezeki Tak Terduga
Gempa M7,4 Guncang Kolombia Barat, Warga Bogota dan Panama City Dievakuasi
Gempa 7,4 Magnitudo di Kolombia Tewaskan 111 Orang, KBRI Pastikan Seluruh WNI Aman