PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR. Nama tersebut menjadi satu-satunya usulan yang dikirimkan kepala negara untuk mengisi posisi puncak bank sentral, sebuah langkah yang dinilai sebagai kelanjutan estafet kepemimpinan di tengah transisi yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa surat presiden telah diterima dan di dalamnya hanya tercantum satu nama untuk kursi Gubernur BI. Selain itu, Prabowo juga turut menyertakan usulan nama untuk posisi Deputi Gubernur Senior BI dalam surat yang sama.
"Namanya tunggal satu nama Bu Destry Damayanti," kata Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Keputusan ini tentu tidak muncul dari ruang hampa. Destry sendiri saat ini tengah memegang kendali sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI, sebuah peran yang diembannya setelah Perry Warjiyo memutuskan mundur dari jabatan tertinggi di bank sentral pada Senin, 27 Juli 2026. Jika nantinya mendapat restu dari DPR, maka posisi yang selama ini dipegangnya secara interim akan berubah menjadi definitif.
Jejak Panjang di Sektor Ekonomi dan Keuangan
Perjalanan karier Destry di dunia ekonomi dan keuangan sudah terbentang lebih dari dua dekade. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 ini mengawali langkah akademiknya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana dan meraih gelar Master of Science dari Field of Regional Science, Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Sepanjang kariernya, Destry banyak berkutat pada isu-isu ekonomi makro, perbankan, hingga kebijakan publik. Pengalaman pertamanya di dunia profesional justru datang dari jalur diplomatik, ketika ia dipercaya sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris bagi Indonesia pada periode 2000-2003.
Dari sana, ia sempat mengabdikan diri sebagai peneliti dan pengajar di almamaternya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pada 2005-2006. Namun, panggilan dunia pasar modal dan perbankan ternyata lebih kuat. Destry kemudian menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas selama enam tahun, sebelum akhirnya dipercaya memimpin tim ekonomi di Bank Mandiri sebagai Kepala Ekonom pada 2011-2015.
Di sela-sela kesibukannya di dunia perbankan, ia juga sempat dipercaya memegang peran strategis sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada periode 2014-2015. Tak berhenti di situ, kariernya semakin melejit ketika ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk masa bakti 2015-2019.
Menapaki Puncak Karier di Bank Indonesia
Kiprah Destry di Bank Indonesia dimulai ketika namanya ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Pengangkatannya untuk periode pertama tertuang dalam Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 yang diteken pada 29 Juli 2019, dengan masa bakti 2019-2024. Ia pun mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Kepercayaan terhadap kapasitasnya terus berlanjut. Pada 10 Juli 2024, Presiden kembali menetapkan Destry untuk periode kedua melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024, dengan masa jabatan 2024-2029. Sumpah jabatan untuk periode keduanya diucapkan pada 7 Agustus 2024.
Kini, dengan mundurnya Perry Warjiyo, Destry menjalankan amanat sebagai Pjs Gubernur BI. Keputusan presiden untuk mengajukan namanya sebagai calon tunggal Gubernur BI menjadi penegasan bahwa estafet kepemimpinan di bank sentral akan tetap berada di tangan figur yang sudah memahami seluk-beluk institusi tersebut dari dalam.
Publik kini tinggal menunggu proses selanjutnya di DPR, di mana uji kelayakan dan kepatutan akan menentukan apakah Destry resmi memimpin Bank Indonesia untuk periode penuh berikutnya.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,29 Persen ke 6.383, Sentimen Positif Penunjukan Gubernur BI dan Data Retail Sales Menjadi Katalis
IHSG Berbalik Melemah ke 6.326 pada Sesi Pagi, Investor Ambil Untung di Tengah Ketegangan Geopolitik
Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Kuasa Hukum Sebut Ada Sembilan Kejanggalan dalam Penetapan Tersangka
Keutamaan Membaca Istighfar: Janji Jalan Keluar dari Kesulitan hingga Rezeki Tak Terduga