Amien Rais Minta Prabowo Jaga Jarak dengan Trump demi Prinsip Bebas Aktif

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Amien Rais Minta Prabowo Jaga Jarak dengan Trump demi Prinsip Bebas Aktif

PARADAPOS.COM - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat, Amien Rais, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menjalin hubungan yang lebih hati-hati dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan Amien di tengah sorotan terhadap intensitas komunikasi kedua pemimpin yang dinilainya terlalu dekat. Amien mengingatkan agar Prabowo tidak larut dalam kedekatan dengan sosok yang ia nilai kontroversial dan memiliki keterkaitan erat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Lebih jauh, ia menggarisbawahi pentingnya Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif tanpa terkesan memihak.

Pernyataan tersebut mengemuka di tengah dinamika hubungan internasional yang tengah diuji oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Amien, yang juga mantan Ketua MPR RI, menyampaikan pandangannya melalui kanal YouTube pribadinya. Ia tidak hanya menyoroti gaya kepemimpinan Trump, tetapi juga mengaitkannya dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal independen.

Kritik Terhadap Gaya Kepemimpinan Trump

Dalam penuturannya, Amien mengkritik gaya kepemimpinan Trump yang dinilainya tidak aspiratif. Ia menilai seorang pemimpin di negara demokrasi seharusnya terbuka terhadap kritik, bukan justru bersikap seolah mengetahui segala hal. Menurutnya, sikap semacam itu justru akan menjadi bumerang bagi kelangsungan dukungan publik.

"Di negara demokrasi yang presidennya kementus atau sombong seperti Donald Trump yang tidak mau mendengar suara rakyatnya dan merasa omniscience tahu segala-galanya, otomatis akan kehilangan dukungan rakyatnya," katanya.

Amien menambahkan, kelemahan posisi politik Trump akan semakin nyata apabila ia terus mengabaikan suara kritis dari warganya. Ia pun mengaitkan hal ini dengan hubungan personal Trump bersama Netanyahu, terutama dalam konteks kebijakan AS terhadap konflik Israel-Palestina. Baginya, keterlibatan Trump dalam isu tersebut terlalu dalam dan terkesan memihak.

"Posisi politik Trump akan jadi lemah apalagi tidak bisa melepaskan rangkulan maut Benjamin Netanyahu," ujarnya.

Kedekatan Prabowo-Trump Disorot

Lebih lanjut, Amien menyoroti frekuensi pertemuan dan komunikasi antara Prabowo dan Trump. Ia mencatat setidaknya telah terjadi tiga kali pertemuan langsung serta beberapa kali komunikasi telepon di antara kedua pemimpin. Intensitas ini, menurutnya, perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata internasional.

"Pertemuan Prabowo dengan Trump paling tidak tercatat tiga kali, sementara pembicaraan lewat telepon tercatat beberapa kali," jelasnya.

Kekhawatiran Amien bukan tanpa alasan. Ia menilai kedekatan yang berlebihan dapat mengaburkan posisi Indonesia yang selama ini dijunjung karena sikapnya yang tidak memihak. Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak dalam pusaran kepentingan politik global yang sempit.

Prinsip Bebas Aktif Harus Dipegang Teguh

Amien menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif bukanlah sekadar slogan. Ia mengingatkan bahwa kata "bebas" memiliki makna yang luas dan tidak boleh ditafsirkan secara sempit sebagai kebebasan untuk bertindak tanpa arah.

"Karena politik luar negeri kita berprinsip bebas dan aktif, maka bebas itu jangan ditafsirkan 'semau gue'. Jangan," tegasnya.

Ia mengaku khawatir bila kedekatan Prabowo dengan Trump akan melahirkan tafsir bahwa Indonesia mulai condong pada pandangan politik presiden AS tersebut. Amien bahkan menyuarakan keresahan yang ia yakini juga dirasakan oleh banyak warga negara.

"Saya mungkin juga jutaan rakyat Indonesia menilai Mas Prabowo agak miring mendukung pikiran Trump seorang warmonger dan ada kesan mengagumi Israel," ungkapnya.

Kritik ini, lanjut Amien, murni disampaikan sebagai bentuk masukan. Tujuannya agar pemerintah senantiasa menjaga marwah Indonesia dalam pergaulan internasional serta tidak mengabaikan aspirasi publik dalam menentukan arah kebijakan. Ia berharap pemerintah dapat lebih jeli dalam menyikapi dinamika global yang kian kompleks.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags