PARADAPOS.COM - Kontroversi aksi tantangan membaca Al-Qur'an dengan imbalan minuman keras di booth Newport akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/8) itu berawal dari sebuah acara musik yang kemudian berubah menjadi kegaduhan setelah seorang pengunjung secara spontan mengambil alih mikrofon dan mengadakan sayembara melafalkan surat Al-Qur'an. Pihak booth menegaskan bahwa aksi tersebut murni inisiatif audiens dan di luar kendali brand, meski sang Master of Ceremony (MC) mengakui kelalaiannya tidak segera menghentikan aksi tersebut.
Kejadian ini bermula ketika acara di booth Newport sedang berlangsung dan memasuki sesi jeda. Suasana yang awalnya santai berubah canggung ketika seorang pria berkaos putih tiba-tiba naik ke panggung dan mengambil alih mikrofon dari tangan MC. Tanpa diduga, ia menantang pengunjung lain untuk membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an dengan imbalan yang telah disiapkannya.
Kronologi Spontanitas di Atas Panggung
Ega, MC yang bertugas di booth Newport pada hari kejadian, menjelaskan bahwa dirinya sedang berinteraksi dengan pengunjung saat jeda acara. Interaksi yang biasa dilakukan untuk mencairkan suasana itu justru dimanfaatkan oleh seseorang dari kerumunan untuk mengambil alih kendali panggung.
“Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya,” kata Ega dalam pernyataannya, dikutip Selasa (11/8).
Setelah menguasai mikrofon, pria tersebut langsung melontarkan sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan ayat suci. Tawaran itu pun disambut oleh sebagian orang di lokasi, dan salah satu pengunjung terlihat membacakan surat Ad-Dhuha. Aksi tersebut sontak menuai sorakan dari sekitar booth, dan sang pembaca ayat dikabarkan mendapatkan hadiah berupa minuman keras.
Pengakuan Kelalaian MC
Ega mengakui bahwa dirinya sempat lengah. Ia menyadari bahwa sebagai pemandu acara, seharusnya ia segera mengambil alih kembali mikrofon begitu mengetahui arah sayembara yang tidak sesuai dengan konsep acara.
“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut,” tuturnya.
Menurut pengakuannya, tugas seorang MC adalah memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan oleh brand. Namun, situasi yang berlangsung cepat membuatnya kehilangan kendali atas panggung untuk beberapa saat.
Permintaan Maaf dan Penegasan Pihak Brand
Atas kejadian ini, Ega menyampaikan permintaan maaf secara pribadi. Ia juga menegaskan bahwa aksi spontan audiens tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak brand Newport.
“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut,” kata Ega.
Ia pun kembali meminta maaf karena dinilai tidak mampu mengontrol aksi spontan tersebut hingga menimbulkan kegaduhan. Ega menyebut kejadian itu menjadi pelajaran berharga baginya sebagai seorang profesional agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan,” ucapnya.
“Kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi saya sebagai MC, dan semoga hal seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Ega.
Sorotan Publik dan Kecaman Tokoh Agama
Sebelum klarifikasi ini beredar, rekaman video kejadian tersebut lebih dulu viral di media sosial. Dalam video yang tersebar, terlihat seorang pengunjung dengan lantang membacakan ayat suci Al-Qur'an di tengah keramaian booth yang identik dengan produk minuman keras. Sorakan penonton dan pemberian hadiah miras dalam video tersebut memicu gelombang kecaman dari warganet.
Para tokoh agama pun angkat bicara. Mereka menilai penggunaan pembacaan ayat suci dalam aktivitas yang berkaitan dengan promosi minuman keras merupakan tindakan yang tidak semestinya dan berpotensi menyinggung sensitivitas keagamaan masyarakat luas.
Ustaz Hilmi Firdausi menjadi salah satu pihak yang paling lantang menyuarakan kecamannya. Ia mendesak pihak Newport untuk segera memberikan klarifikasi resmi dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” tulis Hilmi Firdausi, dikutip Selasa (11/8).
Artikel Terkait
ESR dan INA Mulai Bangun Dua Pusat Logistik Modern di Cikarang dan Cibitung
Pengadilan Damaskus Jatuhkan Hukuman Mati In Absentia untuk Bashar al-Assad
BPBD Temanggung Salurkan 37 Tangki Air Bersih, Prioritas untuk SD, MI, dan Ponpes
Kapolri Hadiri Silaturahmi Lintas Lembaga di Mabes TNI AL, Perkuat Sinergi Antisipasi Dinamika Keamanan Nasional