PARADAPOS.COM - Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Bypass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (11/8/2026) pagi. Seorang pramugari Bus Transjatim bernama Ikrimatus Zahronisa Kusuma (20) tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak bagian belakang truk. Korban yang merupakan warga Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, dibonceng kekasihnya saat hendak berangkat bekerja. Truk yang diduga terlibat langsung melaju ke arah Jombang dan kini masih dikejar polisi.
Peristiwa nahas itu menyisakan duka mendalam. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pramugari itu diketahui melaju dari arah Surabaya menuju Jombang. Di tengah perjalanan, nahas menimpanya. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai pacar korban berada tepat di belakang truk. Diduga kuat, pengendara berniat menyalip truk tersebut, namun jarak yang terlalu dekat membuat manuver itu gagal dan berujung fatal.
Warga dan relawan yang kebetulan berada di lokasi sontak berhamburan menolong. Saat tiba di tempat kejadian, mereka mendapati korban sudah tergeletak di tengah jalan dengan luka parah di bagian kepala. Sementara itu, sang pacar yang berhasil menghindari benturan langsung mengalami syok berat setelah menyaksikan kejadian itu. Suasana di lokasi sempat mencekam, terlebih banyak pengendara lain yang berhenti untuk memberikan pertolongan pertama.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan keterangan awal dari kepolisian, insiden ini diduga kuat terjadi karena kelalaian pengendara sepeda motor. Kanit Gakkum Polres Mojokerto Kota, Iptu Sujito, menjelaskan bahwa pengendara sepeda motor kurang berkonsentrasi saat berkendara. "Pengendara bisa menghindar, namun yang dibonceng atas nama IZK itu tidak bisa menghindar sehingga tertumbuk pintu belakang truk," ujar Iptu Sujito saat ditemui di lokasi kejadian.
Dugaan kurangnya konsentrasi itu diperkuat dengan fakta bahwa tidak ada bekas pengereman yang signifikan di lokasi. Tim Unit Gakkum Polres Mojokerto Kota yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara cermat. Polisi juga mengamankan sepeda motor korban untuk dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota sebagai barang bukti.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Tim relawan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto bergerak cepat mengevakuasi jenazah korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk menjalani proses autopsi. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti kematian dan melengkapi administrasi penyelidikan.
Di sisi lain, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi. Pengejaran terhadap truk yang diduga terlibat juga masih terus dilakukan. Truk tersebut diketahui melaju ke arah Jombang setelah kejadian, dan hingga saat ini identitas serta nomor polisinya masih belum diketahui.
Informasi terakhir yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan bahwa baik pengendara maupun korban yang dibonceng memang bekerja di Transjatim. "Informasi terakhir bahwa kedua korban, pengendara maupun yang dibonceng itu bekerja di Transjatim," ucapnya.
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan Surat Edaran, Kepala Desa Wajib Laporkan Kelahiran di Luar Faskes untuk Terbitkan Akta Digital
Satgas Yonif 2 Marinir dan Warga Kibarkan Merah Putih di Kampung Komopa Papua Tengah
MUI Buka Suara soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17-an: Ini Titik Kritisnya
Pemprov DKI dan MUI Jalin Sinergi Atasi Sampah Lewat Program Eko-Teologi