Program Kesehatan Karyawan MAS Arya Indonesia Jangkau 2.907 Pekerja sejak 2019

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Program Kesehatan Karyawan MAS Arya Indonesia Jangkau 2.907 Pekerja sejak 2019

PARADAPOS.COM - Jakarta: MAS Arya Indonesia, perusahaan garmen dengan basis produksi di Tanah Air, melaporkan bahwa inisiatif kesehatan karyawan bertajuk Aloka telah menjangkau 2.907 pekerja sejak diluncurkan pada 2019. Program yang berfokus pada edukasi dan deteksi dini kanker ini diperkuat lewat kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal sejak tahun lalu. Langkah ini dinilai strategis mengingat proporsi pekerja perempuan yang besar di industri garmen, sementara kanker payudara dan serviks masih menjadi ancaman kesehatan yang memerlukan penanganan dini. Inisiatif ini menyasar seluruh karyawan perempuan di perusahaan melalui berbagai kegiatan edukasi dan skrining yang terintegrasi dengan lingkungan kerja. Menyoal Deteksi Dini di Lantai Produksi Beban industri garmen tidak hanya soal mengejar target produksi, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas sumber daya manusianya. Di tengah kompetisi merebut talenta dan kebutuhan menjaga produktivitas, perhatian pada kesehatan pekerja menjadi salah satu pilar penting bagi keberlanjutan usaha. Aloka hadir sebagai jawaban atas kebutuhan itu, mencoba mendekatkan akses layanan kesehatan preventif langsung ke lingkungan pabrik. Program ini dirancang untuk membantu karyawan memahami risiko kanker, mengenali gejala awal, hingga mendapatkan dukungan medis tepat waktu. Sejak 2024, pelaksanaannya berjalan bersama Rumah Sakit Charlie Kendal. Kegiatannya mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan mandiri, hingga sesi interaktif yang mendorong keterbukaan soal isu kesehatan dan kesejahteraan di tempat kerja. Bagi perusahaan, program semacam ini bukan sekadar agenda kesejahteraan. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari strategi membangun tenaga kerja yang tangguh dan berkelanjutan. Karyawan yang sehat secara fisik dan emosional dinilai memiliki kesiapan lebih baik untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan berkembang di dalam organisasi. Assistant Manager Human Resources MAS Arya Indonesia, Francisca Vina Oktavia, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan penyakit sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi. Pihaknya ingin memastikan setiap karyawan memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan merasa didukung untuk mengambil langkah preventif. "Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Melalui Aloka, kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026. Kesejahteraan Karyawan dan Ketahanan Bisnis Pandangan senada datang dari pucuk pimpinan. Chief Executive Officer MAS Arya Indonesia, Rajitha Kamalchandra, melihat isu kesejahteraan karyawan semakin relevan bagi perusahaan manufaktur. Persaingan untuk mendapatkan talenta terbaik dan memperkuat ketahanan tenaga kerja menuntut lebih dari sekadar gaji kompetitif. "Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan manufaktur untuk mendapatkan talenta terbaik dan memperkuat ketahanan tenaga kerja, kesejahteraan karyawan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang," tutur Rajitha. Ia menambahkan, peningkatan kesadaran kesehatan adalah investasi jangka panjang. Ini bukan hanya bentuk perhatian, tetapi juga upaya membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh. Karyawan yang sehat akan lebih mudah diajak berkolaborasi dan lebih produktif dalam menjalankan tugasnya. Dari Agenda Global ke Aksi Lokal Aloka tidak berdiri sendiri. Program ini merupakan bagian dari komitmen global MAS melalui "Plan for Change", sebuah inisiatif jangka panjang yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, kehidupan, dan lingkungan dengan target terukur. Di Indonesia, implementasinya menunjukkan bagaimana agenda keberlanjutan perusahaan bisa diterjemahkan menjadi program yang menyentuh langsung pekerja dan keluarganya. Keberadaan program ini menjadi penanda bahwa pengelolaan sumber daya manusia di industri manufaktur tidak bisa lagi dipisahkan dari strategi keberlanjutan bisnis. Investasi pada kesehatan pekerja adalah bagian dari upaya mempertahankan produktivitas, membangun keterikatan karyawan, serta memperkuat ketahanan operasional dalam jangka panjang. Dengan cakupan yang terus diperluas, Aloka menjadi contoh bagaimana isu kesehatan publik diintegrasikan ke dalam denyut nadi industri.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar