Polisi Gunakan Rekonstruksi 3D untuk Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Drag Race Kotamobagu yang Tewaskan 8 Orang

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:25 WIB
Polisi Gunakan Rekonstruksi 3D untuk Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Drag Race Kotamobagu yang Tewaskan 8 Orang

PARADAPOS.COM - Kepolisian Resort Kotamobagu bersama Korlantas Polri menggelar rekonstruksi berbasis teknologi tiga dimensi (3D) untuk mengungkap misteri di balik kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang dalam ajang Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu Championship 2026. Insiden tragis yang terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Sirkuit Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, itu kini memasuki babak baru dengan pendekatan ilmiah. Tim khusus Traffic Accident Analysis (TAA) yang didatangkan langsung dari Jakarta diterjunkan untuk membuat simulasi visual yang diharapkan bisa menjawab pertanyaan publik mengenai kronologi pasti peristiwa nahas tersebut. Rekonstruksi 3D: Mengungkap Tabir Kecelakaan Berbeda dengan rekonstruksi konvensional yang kerap melibatkan pemeran pengganti, metode TAA kali ini mengandalkan pemindaian lokasi dan kalkulasi data digital. Tim dari Korlantas Polri bergerak cermat di lintasan, mengukur titik-titik kunci, dan mengumpulkan jejak pengereman. Hasilnya nanti akan divisualisasikan dalam bentuk animasi tiga dimensi yang detail, menggambarkan pergerakan kendaraan, kecepatan, hingga momen persis ketika pengendara kehilangan kendali dan menghantam kerumunan penonton di sisi trek. "Penggunaan metode TAA dilakukan secara ilmiah untuk mengolah dan merekonstruksi kejadian dalam bentuk visual tiga dimensi. Kita nantinya dapat mengetahui secara pasti berapa laju dan kecepatan kendaraan saat memasuki area finish," ujar Dirlantas Polda Sulut Kombes Yudi Kristanto, Rabu, 12 Agustus 2026. Proses pengumpulan data di lapangan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 2×24 jam. Seluruh hasil analisis teknis ini akan menjadi fondasi penting bagi penyidik untuk menilai apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan balapan yang berlangsung selama empat hari tersebut. Ini merupakan langkah krusial untuk memastikan tidak ada satu pun fakta yang terlewat. Proses Hukum Berjalan, Pengemudi Masih Dirawat Di tengah proses rekonstruksi, penyidik Polres Kotamobagu terus mempercepat pemeriksaan saksi-saksi. Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik menyatakan, pihaknya telah memeriksa lima hingga enam orang, termasuk unsur panitia pelaksana dan sejumlah pembalap. Namun, pemeriksaan terhadap pengemudi kendaraan yang menjadi penyebab kecelakaan masih menemui kendala. Yang bersangkutan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Manado akibat luka yang dideritanya. "Pengemudi sudah kita periksa. Namun karena kondisi kesehatan, yang bersangkutan dirujuk ke Manado. Kami tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta asas praduga tak bersalah. Belum ada penetapan tersangka," tegasnya. Kronologi sementara yang dihimpun di lapangan menunjukkan tragedi ini terjadi pada hari penutupan kejuaraan, sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 Wita. Kendaraan pembalap diduga kuat kehilangan kendali sesaat setelah melewati garis finish. Upaya pengereman gagal dilakukan, dan laju kendaraan yang masih tinggi akhirnya membawanya menabrak penonton yang berada di pinggir lintasan. Meskipun perizinan kegiatan disebut-sebut telah sesuai prosedur, polisi berkomitmen untuk tidak menyisakan ruang gelap dalam kasus ini. "Kami akan mengusut tuntas dan membuat terang peristiwa ini demi kepastian hukum," tandas Abdul Kholik. Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban. Mereka menaruh harapan besar agar proses hukum yang tengah berjalan dapat mengungkap fakta secara transparan dan memberikan keadilan. Publik pun menanti hasil rekonstruksi 3D tersebut sebagai bukti ilmiah yang tak terbantahkan. Semua mata kini tertuju pada kerja tim TAA dan penyidik untuk menuntaskan luka kolektif ini.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler