Gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia Tewaskan 234 Orang, Ratusan Bangunan Runtuh

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:25 WIB
Gempa Magnitudo 7,4 di Kolombia Tewaskan 234 Orang, Ratusan Bangunan Runtuh

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Rabu, 12 Agustus 2026, telah menewaskan sedikitnya 234 orang. Dilaporkan pula 1.310 orang mengalami luka-luka dan 153 bangunan runtuh di sejumlah kota terdampak. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi bencana. Cali dan Pereira Menjadi Episentrum Duka Berdasarkan laporan Asosiasi Ibu Kota Kolombia (Asocapitales), Kota Cali mencatat jumlah korban tewas tertinggi dengan 95 orang. Disusul Pereira yang kehilangan 90 warganya. Korban jiwa juga dilaporkan terjadi di Quibdo dan Manizales, menjadikan bencana ini salah satu yang terburuk dalam sejarah terkini negara tersebut. Di Cali, upaya penyelamatan yang dilakukan tim gabungan membuahkan hasil dengan berhasilnya mengevakuasi 86 orang dari tumpukan reruntuhan. Otoritas setempat sebelumnya mencatat 239 orang sempat terjebak, 949 warga terluka, serta 45 bangunan mengalami keruntuhan baik sebagian maupun total. Suasana duka dan kepanikan masih menyelimuti kota-kota yang dilanda bencana ini. Kerusakan Meluas Hingga Fasilitas Publik Di Quibdo, sembilan orang dilaporkan tewas. Kerusakan parah tidak hanya menimpa permukiman warga, tetapi juga melanda fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur vital seperti bandara. Universitas Teknologi Choco dan Bandara Quibdo menjadi dua di antara banyak bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung hingga saat ini, terutama di wilayah yang mengalami guncangan paling parah. Tim khusus dari sejumlah kota telah dikerahkan ke Cali untuk memperkuat upaya evakuasi dan melakukan penilaian menyeluruh terhadap tingkat kerusakan. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki bangunan yang terlihat rusak sebelum dinyatakan aman secara struktural oleh petugas berwenang. Status Bencana Nasional dan Dukungan Pemerintah Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional sebagai langkah untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi penanganan darurat. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan di daerah-daerah yang paling terdampak. Menteri Keuangan Miguel Gomez mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menetapkan status darurat ekonomi guna mempercepat proses pemulihan pasca-bencana. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan darurat dan memangkas birokrasi dalam penyaluran bantuan. Infrastruktur Mulai Pulih, Presiden Tinjau Lokasi Kabar baik mulai bermunculan di tengah duka. Sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat gempa, termasuk di Cali, Quibdo, dan Armenia, kini telah kembali beroperasi. Bandara Pereira, Buenaventura, Cartago, dan Manizales juga telah dinyatakan siap digunakan untuk penerbangan kemanusiaan dan pemerintah, meskipun penerbangan komersial masih dibatasi untuk sementara waktu. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella telah mengunjungi Pereira untuk meninjau langsung proses penanganan bencana. Dalam kunjungan tersebut, ia dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Manizales untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan melihat langsung kondisi para korban. Solidaritas Internasional Mengalir Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat Kolombia. Ia menegaskan bahwa PBB saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendukung upaya penanganan bencana dan pemulihan jangka panjang. Bantuan internasional pun mulai berdatangan, menunjukkan solidaritas global terhadap musibah yang menimpa negeri tersebut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler