IHSG Dibuka Menguat Tipis di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Jelang Rilis Data Inflasi AS

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:00 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Jelang Rilis Data Inflasi AS

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 9,88 poin atau 0,16 persen ke level 6.277,76 pada perdagangan Rabu pagi, setelah sehari sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Penguatan tipis ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 1,12 poin atau 0,18 persen ke posisi 626,91. Meski demikian, laju indeks masih dibayangi oleh eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Iran, fluktuasi harga minyak dunia, serta agenda MSCI Review yang dinilai berpotensi memicu volatilitas pasar.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG terpantau terperosok 1,53 persen ke level 6.267,88, bahkan sempat menyentuh titik terendah di angka 6.230. Tekanan jual yang cukup deras tersebut terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, eskalasi hubungan AS-Iran memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan vital bagi distribusi minyak mentah dunia. Kekhawatiran tersebut pada akhirnya ikut mendorong kenaikan harga komoditas energi dan menekan sentimen pelaku pasar secara global.

Dari sisi domestik, perbaikan data penjualan ritel bulan Juni yang tercatat minus 3,0 persen secara tahunan (YoY) — membaik dari minus 3,9 persen pada periode sebelumnya — belum cukup kuat menjadi katalis bagi penguatan IHSG.

Inflasi AS hingga MSCI Review jadi perhatian

Sejumlah agenda penting pun akan menjadi sorotan pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan. Salah satunya adalah rilis data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Juli. Konsensus pasar memperkirakan inflasi headline berada di level 3,4 persen secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan sebesar 2,5 persen YoY.

Data ini dinilai krusial karena dapat memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS. Ekspektasi pasar terhadap suku bunga akan sangat bergantung pada angka yang keluar nanti.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati hasil MSCI Review yang dijadwalkan pada 12 Agustus. Agenda ini berpotensi meningkatkan gejolak pergerakan IHSG sekaligus memengaruhi arus dana asing yang masuk ke pasar saham tanah air.

Tak ketinggalan, perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta kepastian mengenai Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) juga tetap menjadi perhatian utama investor.

"Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah koreksi tajam, dengan support di 6.200–6.240 dan resistance 6.300–6.385. Selama area support mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka, meski MSCI Review berpotensi membuat pergerakan IHSG tetap volatil," jelas tim riset.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar