Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Hanguskan Puluhan Ton Sampah, Angin Kencang Jadi Pemicu Meluasnya Api

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Hanguskan Puluhan Ton Sampah, Angin Kencang Jadi Pemicu Meluasnya Api

PARADAPOS.COM - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru yang berlokasi di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Agustus 2026 dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB ini mengakibatkan puluhan ton tumpukan sampah hangus dilalap api, dipicu oleh hembusan angin kencang yang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah gunungan sampah lainnya. Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kepulan asap tebal masih menyelimuti area TPA dan berpotensi mengganggu aktivitas warga sekitar. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kejadian bermula saat sebagian besar warga masih terlelap. Tiba-tiba, kepulan asap pekat mulai terlihat membumbung tinggi dari arah lokasi TPA. Tiupan angin yang cukup kencang pada pagi buta itu menjadi "biang keladi" yang mempercepat pembesaran api. Api dengan cepat menjalar ke tumpukan sampah lain yang mudah terbakar, membuat suasana di sekitar lokasi menjadi mencekam.

Kronologi dan Penanganan di Lapangan

"Kejadian sekitar jam lima subuh," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Rabu, 12 Agustus 2026.

Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka tampak berjibaku menyemprotkan air ke sejumlah titik tumpukan sampah yang masih menyala. Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Petugas dihadapkan pada sejumlah kendala yang cukup pelik di lapangan.

Kendala Pemadaman: Angin Kencang dan Medan Berbahaya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Usep Sumirat, menjelaskan bahwa proses pemadaman api di TPA Ciniru cukup sulit dilakukan. Kondisi geografis lokasi yang berupa lembah dan perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

"Pasalnya, selain hembusan angin kencang, medan juga berbahaya. Petugas pun kesulitan memadamkan api karena asap pekat yang menyelimuti TPA," tutur Usep.

Asap pekat yang menyelimuti area TPA tidak hanya mempersulit visualisasi petugas, tetapi juga mengganggu pernapasan. Meskipun demikian, petugas terus berupaya melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali menyala. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau untuk waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar