Warga Cilincing Desak Pemprov Jakarta Tindak Tegas TPS Ilegal yang Gunung Sampahnya Capai Atap Rumah

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Warga Cilincing Desak Pemprov Jakarta Tindak Tegas TPS Ilegal yang Gunung Sampahnya Capai Atap Rumah
PARADAPOS.COM - Warga Cilincing, Jakarta Utara, kembali diresahkan oleh keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di kawasan Jalan Reformasi. Tumpukan sampah yang dibuang diduga oleh truk-truk besar tersebut kini telah membentuk gunungan setinggi atap rumah warga, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan keselamatan lingkungan. Aktivitas pembuangan yang masih terus berlangsung ini membuat warga mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk segera mengambil tindakan tegas. Gunungan Sampah Ilegal yang Kian Mengkhawatirkan Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah sangat parah. Material sampah yang menumpuk dalam waktu lama kini menyerupai bukit kecil, dengan ketinggian yang bahkan melampaui atap rumah warga di sekitarnya. Pemandangan ini tentu saja sangat kontras dengan lingkungan permukiman yang seharusnya bersih dan sehat. Yang lebih memprihatinkan, aktivitas pembuangan sampah oleh sejumlah truk besar di lokasi itu diduga masih berlangsung hingga saat ini. Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku kerap melihat truk-truk tersebut datang dan membuang muatannya secara ilegal, terutama pada jam-jam tertentu. Keluhan Warga: Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan Persoalan utama yang paling dirasakan warga adalah bau tidak sedap yang sangat menyengat. Ketua RT setempat, Toiroh, menjelaskan bahwa aroma busuk dari gunungan sampah tersebut akan semakin parah dan meluas setelah turun hujan. "Kalau masalah sampah, baunya sangat menyengat, apalagi setelah hujan. Baunya menyebar ke mana-mana, sampai ke daerah Lempok dan Begog," ujar Toiroh. Bau yang terbawa angin hingga ke permukiman ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Mereka harus menahan napas setiap kali melewati area tersebut, dan yang lebih parah, polusi udara ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Ancaman Kebakaran di Tengah Musim Kemarau Selain persoalan polusi udara, warga juga dihantui oleh ancaman kebakaran. Tumpukan material sampah yang mengering di bawah terik matahari sangat rentan tersulut api. Di tengah cuaca panas dan musim kemarau seperti sekarang ini, risiko kebakaran menjadi semakin tinggi. Jika api sampai membesar, bukan hanya gunungan sampah yang akan terbakar, tetapi juga bisa merembet ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Hal ini tentu menjadi momok menakutkan yang membuat warga semakin resah. Desakan Warga untuk Solusi Permanen Menghadapi kondisi yang sudah berlangsung cukup lama ini, warga tidak tinggal diam. Mereka mendesak Pemprov Jakarta untuk segera turun tangan dan mencari solusi permanen. Warga menuntut aparat terkait untuk menindak tegas aktivitas operasional TPS ilegal tersebut. Harapan warga sederhana, lingkungan mereka kembali bersih, aman, dan bebas dari tumpukan sampah yang mengganggu. Mereka ingin ada tindakan nyata dari pemerintah, bukan sekadar janji atau solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar permasalahan. Keberadaan TPS ilegal ini harus segera dihentikan agar warga dapat hidup dengan tenang dan sehat.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar