PARADAPOS.COM - Korps Marinir TNI AL menggelar uji tembak amunisi roket Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire kaliber 122 milimeter di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu. Uji coba ini merupakan langkah verifikasi atas amunisi yang baru saja diserahkan Kementerian Pertahanan, untuk memastikan kesiapan fungsi dan kelayakan sebelum digunakan dalam operasi. Kepala Dinas Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen menjaga kesiapan material tempur secara terukur.
Verifikasi Amunisi Strategis
Di tengah hiruk-pikuk kesibukan persiapan operasi, para prajurit Batalyon Roket 2 Marinir terlihat fokus mempersiapkan sistem MLRS Vampire. Mereka adalah satuan pelaksana yang ditunjuk langsung untuk melakukan penembakan dalam uji fungsi ini. Sebelum mencapai tahap penembakan di lapangan, setiap unit amunisi telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat di Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal). Proses laboratorium itu menjadi gerbang pertama untuk memastikan tidak ada cacat teknis yang membahayakan.
Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan bahwa uji tembak ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan prosedur standar yang wajib dilalui setiap alutsista baru. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi kaliber 122 milimeter memenuhi standar fungsi dan kelayakan, sekaligus mendukung kesiapan material tempur serta sistem persenjataan Korps Marinir dalam melaksanakan tugas,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Standar Keamanan dan Kesiapan Operasional
Meski berlangsung di area latihan yang luas, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh rangkaian proses, mulai dari persiapan hingga peluncuran roket, diawasi ketat sesuai protokol yang berlaku. Rana menambahkan bahwa jalannya uji tembak berlangsung lancar dan aman, menandakan bahwa personel di lapangan memahami betul prosedur penanganan material berbahaya.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen Korps Marinir dalam menjaga kesiapan material tempur melalui proses pengujian dan evaluasi secara terukur,” tutupnya menegaskan.
Dengan tuntasnya uji tembak ini, diharapkan seluruh alat utama sistem senjata (alutsista) di jajaran Korps Marinir benar-benar dalam kondisi prima. Hal ini menjadi fondasi penting untuk mendukung setiap misi pertahanan negara yang diemban, memastikan bahwa setiap personel yang bertugas tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga didukung oleh peralatan yang andal dan teruji.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun