PARADAPOS.COM - Vietnam resmi memulai pembangunan fregat anti-kapal selam terbesar dan tercanggih yang pernah dirancang serta dibuat di dalam negeri. Proyek ambisius ini ditandai dengan upacara peletakan batu pertama yang digelar di kota Da Nang, Vietnam tengah, pada Rabu (12/8). Langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Vietnam, yang bertekad mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan membangun kapabilitas militer yang mandiri.
Tekad Militer untuk Kemandirian Teknologi Pertahanan
Dalam sambutannya pada upacara tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Nasional, Letnan Jenderal Pham Hoai Nam, menegaskan komitmen militer untuk menguasai teknologi pertahanan secara mandiri. Ia menyoroti pentingnya proses belajar dan pengembangan peralatan canggih tanpa bergantung pada pihak eksternal. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para perwira tinggi dan insinyur kapal yang hadir, menggarisbawahi arah baru kebijakan pertahanan negara.
Fregat yang dirancang sepenuhnya oleh putra-putri bangsa ini bukan sekadar kapal perang biasa. Ia merupakan simbol lompatan besar dalam hal rekayasa dan manufaktur militer. Kehadirannya menandai era baru di mana Vietnam tidak lagi hanya menjadi pembeli, melainkan juga pencipta teknologi pertahanan strategis.
Proyek Strategis Menuju Industri Pertahanan Otonom
Proyek ini merupakan bagian dari cetak biru besar pemerintah untuk mewujudkan industri pertahanan yang otonom, modern, dan memiliki kegunaan ganda. Konsep "kegunaan ganda" ini menarik untuk dicermati, karena mengindikasikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga berpotensi dialihkan untuk aplikasi sipil di masa depan. Ini adalah strategi jangka panjang yang cerdas untuk memaksimalkan nilai investasi.
Pembangunan kapal perang jenis ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Mulai dari desain lambung yang mampu meredam kebisingan untuk menghindari deteksi sonar, hingga sistem sonar dan torpedo canggih yang terintegrasi. Setiap tahapan pengerjaan pasti melibatkan ratusan insinyur dan teknisi ahli, sebuah konsentrasi sumber daya manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor ini.
"Proyek ini menggarisbawahi upaya Vietnam untuk mewujudkan industri pertahanan yang otonom, mampu memperkuat diri, mandiri, memiliki kegunaan ganda, dan modern," demikian dilaporkan media lokal Tuoi Tre.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fregat ini hanyalah awal. Ke depannya, Vietnam diperkirakan akan terus mengembangkan platform-platform pertahanan lainnya. Keberhasilan proyek ini akan menjadi barometer kemampuan industri dalam negeri, sekaligus meningkatkan posisi tawar Vietnam di kancah geopolitik regional yang semakin dinamis.
Artikel Terkait
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan Diri Sendiri demi Tebusan Rp 90 Juta dari Orang Tua
KPK Buka Peluang Hadirkan Eks Anggota DPR Bukhori Yusuf sebagai Saksi di Sidang Korupsi Kuota Haji
Wamen Dikdasmen Minta Duta SMA 2026 Utamakan Kecerdasan Sosial di Tengah Derasnya Arus Digital
Kolombia Berlakukan Berkabung Nasional Tiga Hari untuk Korban Gempa 7,4 Magnitudo