PARADAPOS.COM - Sebanyak 21 rumah di Kelurahan Pengatungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, ludes dilalap api pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kawasan padat penduduk tersebut, dan hingga saat ini petugas masih melakukan pendataan terkait korban serta besaran kerugian material. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu, Yuliansyah, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan yang masuk ke posko darurat.
Kebakaran yang menghanguskan belasan rumah itu pertama kali diketahui melalui laporan warga ke saluran darurat 112. Begitu menerima informasi, tim pemadam langsung bergerak menuju titik lokasi. Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Kondisi geografis permukiman yang padat dan lorong-lorong sempit menjadi kendala besar bagi petugas untuk menjangkau pusat api.
Kendala di Lapangan: Akses Sempit dan Kepadatan Warga
Situasi di lokasi kejadian digambarkan cukup kacau. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya sebelum petugas sempat melokalisir. Kepadatan bangunan yang saling berdekatan membuat api seolah tak menemui hambatan untuk menyebar. Di saat yang bersamaan, banyak warga yang panik dan berupaya menyelamatkan harta benda mereka, yang justru semakin mempersulit pergerakan unit pemadam kebakaran.
"Kondisi di sini sangat padat. Unit kami cukup sulit masuk ke lokasi, ditambah masyarakat juga ramai berusaha menyelamatkan barang-barang," ujarnya.
Yuliansyah menambahkan, proses pemadaman juga terkendala oleh banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Hal ini tidak hanya menghambat mobilisasi petugas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga itu sendiri. Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area terdampak dan memberikan ruang gerak yang cukup bagi petugas di lapangan.
Imbauan Wali Kota dan Langkah Antisipasi
Menanggapi peristiwa ini, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan keprihatinannya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang bersumber dari kelistrikan. Menurutnya, insiden seperti ini sering kali dipicu oleh kelalaian kecil dalam penggunaan peralatan rumah tangga sehari-hari.
"Yang paling penting masyarakat harus waspada, instalasi listrik harus diperhatikan, begitu juga dengan peralatan rumah tangga yang bisa menjadi sumber kebakaran," sebutnya.
Pihak pemerintah kota berkomitmen untuk terus menggencarkan sosialisasi dan pemantauan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa kondisi kabel, stop kontak, dan sambungan listrik di rumah masing-masing. Selain itu, perangkat elektronik yang menghasilkan panas sebaiknya tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan di lokasi masih terus dilakukan oleh petugas Damkarmat untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Sementara itu, pendataan menyeluruh terhadap jumlah kerugian material dan dampak sosial bagi para korban masih dalam proses oleh instansi terkait.
Artikel Terkait
Semarak Lomba 17-An Menyambut HUT ke-81 RI, Panjat Pinang di Manggarai Laris Manis
Polisi Kerahkan Water Cannon Selamatkan Ratusan Hektare Sawah di Sidrap dari Kekeringan
IHSG Berbalik Melemah ke 6.346 pada Sesi Awal, Investor Cermati Review MSCI dan Geopolitik Timur Tengah
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sumatera di Batam