PARADAPOS.COM - Kecelakaan maut terjadi di jalur Cianjur-Puncak pada Kamis dini hari, melibatkan truk Fuso pengangkut ekskavator dan mobil pikap bermuatan sayur. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kampung Cijedil, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang itu menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya. Truk yang membawa alat berat melaju dari arah Cipanas menuju Cianjur, sementara pikap melaju dari arah berlawanan.
Benturan Keras dan Alat Berat Terguling
Tabrakan terjadi ketika kedua kendaraan berpapasan di tikungan yang relatif sepi. Benturan yang sangat keras menyebabkan ekskavator yang diangkut di atas truk Fuso kehilangan keseimbangan dan terguling ke samping. Material berat itu kemudian menghantam badan pikap serta sebuah warung makan yang kebetulan berada di tepi jalan.
Suasana di lokasi sempat mencekam. Warga yang mendengar suara benturan langsung berhamburan keluar rumah dan mendapati sejumlah korban terjepit di dalam kendaraan yang ringsek. Beberapa di antaranya harus menunggu petugas datang untuk proses evakuasi karena kondisi kendaraan sulit ditembus.
Dua Korban Tewas, Empat Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit
Dua orang yang diketahui sebagai kernet dari masing-masing kendaraan tewas di tempat akibat tergencet badan ekskavator. Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Seluruh korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, membenarkan bahwa total ada enam korban dalam insiden tersebut. “Korban sudah kita amankan dari dini hari tadi, kita evakuasi ke RSUD Sayang Cianjur, total korban semua enam orang, dua dinyatakan meninggal dunia, dua luka berat, dan dua luka ringan,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Hingga siang hari, petugas masih berkutat dengan proses evakuasi kendaraan dan alat berat yang menghalangi badan jalan. Menurut Aang, langkah ini menjadi prioritas utama sebelum penyelidikan lebih lanjut dilakukan. Ia menegaskan bahwa dugaan awal belum bisa dipastikan sebelum olah tempat kejadian perkara (TKP) digelar.
“Untuk dugaan awal, kami sedang penyelidikan. Saat ini kami prioritaskan untuk mencairkan dulu arus lalu lintas, setelah diangkatnya alat berat ini, kami akan melaksanakan olah TKP bersama-sama, sehingga kita akan bisa menyimpulkan terkait dengan penyebab terjadinya kecelakaan,” tuturnya.
Kemacetan Panjang di Jalur Cianjur-Puncak
Dampak langsung dari kecelakaan ini adalah kemacetan panjang yang terjadi dari kedua arah. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum harus bersabar mengantre di sepanjang ruas jalan tersebut. Petugas gabungan dari kepolisian dan dinas perhubungan masih berupaya mengurai kepadatan dan memastikan jalur kembali aman untuk dilalui.
Sampai berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih belum sepenuhnya normal. Masyarakat yang hendak melintas diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemilik Mobil Listrik Perlu Siapkan Tiga Hal Sebelum Pasang Wall Charger di Rumah
Kia Seltos Trendy Resmi Jadi Varian Termurah, Dibanderol Rp359 Juta
TNI AD Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini, 3.008 Titik Sudah Dikerjakan
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bersih Hasil Karya TNI-Polri