Gibran Main Karet Gelang saat Tinjau Pemulihan Bencana di Bireuen, Warganet Soroti Gestur Wapres

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Gibran Main Karet Gelang saat Tinjau Pemulihan Bencana di Bireuen, Warganet Soroti Gestur Wapres

PARADAPOS.COM - Sebuah momen sederhana justru mencuri perhatian di tengah agenda resmi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Video yang memperlihatkan Gibran memainkan karet gelang dengan kedua tangannya saat kunjungan kerja di Kabupaten Bireuen, Aceh, viral dan memicu beragam reaksi warganet. Kejadian ini berlangsung di sela-sela peninjauan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. Alih-alih membahas kebijakan, publik justru ramai memperbincangkan gestur spontan orang nomor dua di Indonesia itu.

Suasana di lapangan pada Kamis, 6 Agustus 2026, sejatinya berlangsung khidmat. Gibran hadir untuk meninjau langsung pembangunan jembatan serta sejumlah sekolah yang menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Ia juga menyempatkan diri bertemu dengan warga setempat untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan mendesak yang masih dirasakan. Namun, dari rangkaian kegiatan yang padat itu, sebuah aksi kecil di sela-sela pertemuan dengan masyarakatlah yang kemudian menjadi buah bibir.

Kunjungan Kerja di Tengah Pemulihan Bencana

Agenda Gibran di Bireuen bukanlah sekadar seremonial. Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu datang dengan misi memastikan proses rehabilitasi pasca-banjir bandang berjalan sesuai harapan. Peninjauan langsung ke lokasi pembangunan jembatan menjadi prioritas utama, mengingat akses transportasi merupakan kunci pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat terdampak. Selain itu, kunjungan ke sekolah-sekolah yang sempat terendam juga dilakukan untuk mengecek kesiapan fasilitas pendidikan bagi para siswa.

Pertemuan dengan warga menjadi penutup dari rangkaian acara yang padat. Di sinilah momen yang kemudian direkam dan disebarluaskan oleh akun Instagram @ruben_oncom terjadi. Gibran terlihat duduk di tengah kerumunan warga, namun perhatiannya sejenak tertuju pada seutas karet yang ia lilitkan dan mainkan di antara jari-jarinya. Gestur yang mungkin dianggap sepele ini, dalam hitungan jam, langsung menyebar luas dan menjadi topik hangat di linimasa.

Sorotan Publik atas Gestur Spontan

Video yang beredar memperlihatkan Gibran tampak fokus memainkan karet tersebut di sela-sela agenda resmi. Potongan video itu kemudian diunggah ulang oleh berbagai akun gosip dan informasi, memicu gelombang komentar dari warganet. Sebagian menilai aksi itu sebagai bentuk kewajaran, sebuah kebiasaan spontan yang mungkin dilakukan tanpa sadar. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan fokus seorang pejabat negara di tengah tugas penting yang sedang diemban.

Kontras antara keseriusan agenda pemulihan bencana dan gestur santai yang terekam kamera inilah yang kemudian memantik perdebatan. Publik terbelah antara yang menganggapnya sebagai hal yang manusiawi dan yang menilainya sebagai kurangnya keseriusan dalam menjalankan tugas kenegaraan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era media sosial, setiap gerak-gerik pejabat publik akan selalu berada di bawah pengawasan ketat dan menjadi bahan penilaian.

Komentar Pedas dari Warganet

Kolom komentar pada unggahan video tersebut berubah menjadi arena diskusi yang panas. Berbagai sindiran dan kritik dilontarkan warganet, menyoroti gestur Gibran yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang wakil presiden. Beberapa komentar bahkan menyentuh ranah personal dan membandingkannya dengan para pendahulunya.

"Itu seperti body language, mungkin bingung??" tulis pemilik akun @sha23.

"Ini akibatnya klo hasil pemaksaan," timpal @karula.

"Jangan dibandingkan dengan wapres² sebelumnya ya sungguh memalukan," sebut @sara28.

"Mau nembak cicak dia Bu, biasa waktu kecil hobynya aneh,dpt pun langsung d buat cicak guling," ujar @we3eru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Gibran maupun pihak terkait mengenai momen yang terekam tersebut. Yang jelas, peristiwa ini kembali menunjukkan betapa cepatnya sebuah aksi kecil dapat menjadi konsumsi publik dan membentuk persepsi terhadap seorang figur publik.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler