PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peristiwa ini merupakan pengulangan dari gempa dahsyat yang melanda daerah yang sama pada tahun 1992 silam. Guncangan kuat tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores, dan BMKG telah resmi mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Kejadian pagi itu sontak mengingatkan banyak pihak pada tragedi lebih dari tiga dekade lalu. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam konferensi pers yang digelar Sabtu siang, menegaskan bahwa magnitudo kali ini bahkan sedikit lebih besar dibandingkan catatan sejarah sebelumnya. "Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi," ujarnya di hadapan awak media. Ia menjelaskan, mekanisme gempa subuh tadi murni diakibatkan oleh pergerakan sesar aktif yang memanjang di belakang busur Flores. Menurut analisis yang ia paparkan, patahan ini tergolong sangat berbahaya karena menyimpan energi potensial maksimum yang besar. "Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8–7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," kata Wijayanto. Potensi Sesar yang Belum Tuntas Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa energi di zona subduksi dan patahan dangkal tersebut belum sepenuhnya terlepas. Wijayanto menambahkan, meski guncangan utama telah terjadi, potensi aktivitas susulan masih terus dipantau secara ketat oleh timnya di lapangan. Pusat gempa kali ini terletak di darat, berbeda dengan episentrum gempa besar pada umumnya yang berada di laut. Hal ini menyebabkan guncangan terasa sangat kuat di permukaan, memicu kerusakan di sejumlah bangunan dan memicu kepanikan warga yang sedang bersiap memulai aktivitas. Status Peringatan dan Imbauan Meski peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB, BMKG tidak lantas menarik seluruh tim pemantau. Mereka justru meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa bumi susulan yang getarannya bisa saja terasa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pihak berwenang juga mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, serta mematuhi arahan dari petugas resmi di lapangan. Situasi di lokasi kejadian hingga siang hari masih terus didata oleh tim gabungan. Guncangan keras yang terjadi selama beberapa detik tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah bangunan retak dan sebagian lainnya roboh, menyulitkan akses di beberapa titik.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Judi Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Uang Tunai Rp7,79 Miliar Disita
Gempa M7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 914 Rumah Rusak Berat
Kementerian PU Pastikan Percepatan Penanganan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Gempa NTT
Polri Kirim 260 Personel dan Anjing K9 ke NTT untuk Percepat Evakuasi Korban Gempa