PMI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Disalurkan, BNPB Catat 47 Orang Meninggal

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:26 WIB
PMI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Disalurkan, BNPB Catat 47 Orang Meninggal

PARADAPOS.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) memastikan kesiapan penyaluran bantuan untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7. Ketua PMI Jusuf Kalla menyatakan relawan telah bergerak di lapangan, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa mencapai 47 orang per Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 18.48 WIB. Bantuan dari masyarakat pun disebut akan disalurkan melalui PMI. Gempa yang mengguncang NTT itu tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak ratusan rumah warga. Data sementara mencatat kerusakan berat terjadi di sejumlah kabupaten, dengan Manggarai menjadi wilayah terdampak paling parah. Respons Cepat PMI dan Ajakannya untuk Publik Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa organisasinya telah bergerak sejak awal. Dalam keterangannya di program Primetime News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026, ia mengungkapkan bahwa langkah-langkah penanganan sudah dipersiapkan jauh sebelumnya. "PMI telah merencanakan, menyiapkan, atau mempelajari situasi ini. Relawan PMI telah bergerak di sana," ujar Jusuf Kalla. Ia juga membuka pintu bagi masyarakat luas yang ingin berkontribusi. Menurutnya, seluruh bantuan yang masuk akan disalurkan langsung kepada korban gempa di NTT. "Bagi masyarakat yang membantu, dapat melalui PMI dan akan kami salurkan," tuturnya. Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan logistik dan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Kehadiran relawan di lapangan menjadi kunci utama dalam percepatan distribusi bantuan. Korban Jiwa Bertambah, BNPB Rilis Data Terbaru Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data dampak gempa. Hingga Sabtu malam, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 47 orang. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dari laporan sebelumnya. "Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8), pukul 18.48 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, dalam siaran pers resminya. Rincian korban jiwa tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatatkan jumlah tertinggi dengan 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, serta Ngada dan Ende masing-masing 1 orang. Kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan pendataan yang dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 157 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses verifikasi lapangan yang berjalan. "Data sementara sore tadi, pukul 17.00 WIB, Sabtu, 15 Agustus 2026, total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit," jelas Berton. Tim gabungan dari berbagai instansi masih terus bekerja di lokasi bencana. Proses evakuasi dan pendataan dilakukan bersamaan dengan upaya pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar