PARADAPOS.COM - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada pertengahan Agustus memicu kebakaran hutan dan lahan di setidaknya tujuh negara, memaksa ribuan warga mengungsi dan menewaskan satu orang di Kroasia. Rentetan kebakaran ini terjadi pada Jumat (14/8) waktu setempat, menyusul suhu tertinggi yang pernah tercatat di Inggris tahun ini, mencapai 38,1 derajat Celsius. Dari kawasan pesisir Kroasia hingga pedalaman Jerman, layanan darurat kewalahan menghadapi api yang menjalar cepat di tengah kondisi udara yang sangat kering. Satu Tewas dan Ribuan Mengungsi di Kroasia Di Kroasia, kobaran api yang mulai berkobar Kamis malam melanda area berhutan dan permukiman di sekitar kota wisata Omis. Polisi setempat mengonfirmasi penemuan satu jenazah di lokasi kejadian, sementara sedikitnya 40 orang lainnya dilaporkan terluka. Api menjalar dengan kecepatan yang sulit diantisipasi, memaksa sekitar 1.000 penduduk dan wisatawan dievakuasi dari daerah terdampak. Pemandangan di kota pesisir itu memperlihatkan puluhan mobil hangus dan bangunan yang tersisa sebagai rangka. Prancis dan Inggris: Peringatan Panas dan Rumah yang Hangus Sementara itu, di barat daya Prancis, karhutla yang juga mulai berkobar pada Kamis telah menghanguskan sekitar 1.100 hektare lahan. Lebih dari 500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Negeri itu tengah bersiap menghadapi gelombang panas baru; 83 departemen berada di bawah peringatan oranye pada Jumat, dan 57 departemen berstatus risiko tinggi terhadap kebakaran. Inggris juga tidak luput. Di West Midlands, tepatnya di Stourbridge, sebanyak 19 rumah dilaporkan hancur dan 18 lainnya rusak akibat kebakaran besar. Peristiwa ini terjadi sehari setelah Inggris mencatat suhu sementara 38,1 derajat Celsius di bagian selatan—rekor tertinggi sepanjang tahun ini—yang memperparah kondisi kekeringan di permukaan tanah. Spanyol dan Jerman: Perjuangan Melawan Api yang Membara Situasi serupa terjadi di Spanyol. Kebakaran di Provinsi Huelva, wilayah selatan, telah berlangsung lebih dari sepekan dan masih belum dapat dikendalikan. Sementara itu, kobaran api di Provinsi Huesca, timur laut, berulang kali memburuk sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Di Jerman bagian barat, skala evakuasi lebih besar. Sekitar 1.800 orang mengungsi pada malam hari setelah api mendekati permukiman. Pemerintah setempat mengerahkan helikopter dan peralatan militer untuk membantu pemadaman. Saksi mata di lokasi menggambarkan situasi yang mencekam. "Abu berjatuhan dari langit," ujar seorang warga, menggambarkan ketebalan partikel yang memenuhi udara. Belgia dan Serbia: Siaga Tingkat Provinsi Belgia bagian timur juga mengaktifkan rencana tanggap darurat tingkat provinsi pada Jumat. Langkah ini diambil di tengah suhu sangat panas yang melanda negara itu pada musim panas ini. Institut Meteorologi Kerajaan Belgia tetap memberlakukan peringatan panas tingkat oranye. Di Serbia, pemerintah mencatat 25 kebakaran lahan terbuka masih aktif di berbagai wilayah pada Jumat, dengan empat lokasi masuk kategori serius. Salah satu yang terparah terjadi di kawasan Deliblatska Pescara, atau Deliblato Sands, di mana api telah meluas hingga lebih dari 2.500 hektare. Pemerintah Serbia mengingatkan bahwa angin kencang dan kondisi kering berkepanjangan dapat semakin mempercepat penyebaran api. Prediksi Bahaya Kebakaran "Sangat Ekstrem" Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa memperkirakan bahaya kebakaran berstatus "sangat ekstrem" akan melanda sebagian besar wilayah Eropa tengah dan timur pada periode 13 hingga 19 Agustus. Zona ini membentang dari Jerman dan kawasan Alpen, melewati Polandia, hingga ke Balkan. Wilayah kecil di Inggris bagian selatan, Irlandia, Prancis utara, dan Swedia selatan juga diprediksi mengalami kondisi serupa. Sementara itu, risiko kebakaran ekstrem diperkirakan melanda sebagian besar Prancis dan Semenanjung Iberia. Layanan darurat di seluruh Eropa tetap siaga penuh. Pihak otoritas berulang kali mendesak warga di wilayah terancam untuk mematuhi perintah evakuasi dan mengambil langkah pencegahan, sembari berharap angin tidak semakin memperburuk penyebaran api dalam beberapa hari ke depan.