PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Pascagempa Flores, Siagakan 45 Ribu Personel untuk HUT RI

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:50 WIB
PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Pascagempa Flores, Siagakan 45 Ribu Personel untuk HUT RI

PARADAPOS.COM - PT PLN (Persero) memastikan percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, langsung mengerahkan tim teknis ke lapangan sejak gempa terjadi, dengan prioritas utama pada gardu induk dan jaringan distribusi yang masih memungkinkan untuk segera diperbaiki. Hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, sebanyak 11 dari total gardu induk yang terdampak telah berhasil dialiri listrik kembali, dan proses penormalan terus berlanjut secara bertahap hingga ke tingkat pelanggan. Respons Cepat di Lapangan Bencana alam memang tak pernah bisa diprediksi, tetapi kesiapan menghadapinya adalah kunci. Itulah yang coba dilakukan PLN ketika gempa mengguncang Flores. Darmawan menegaskan bahwa tidak ada waktu menunggu dalam situasi seperti ini. Tim gabungan langsung diterjunkan ke titik-titik terdampak untuk melakukan asesmen dan perbaikan. "Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan," ucap Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menambahkan, proses pemulihan memang dilakukan secara bertahap, namun ia memastikan upaya percepatan terus diupayakan. "Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan," sambungnya. Di lapangan, koordinasi menjadi hal yang krusial. PLN tidak bergerak sendiri. Mereka berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Meski demikian, diakui bahwa sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa. Meski begitu, proses pemulihan tetap dilanjutkan dengan mengedepankan aspek keselamatan petugas dan masyarakat sebagai prioritas utama. Siaga Kawal Kelistrikan HUT ke-81 RI Di tengah fokus pemulihan pascagempa, PLN juga mengemban tugas besar lainnya: mengamankan pasokan listrik nasional untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Darmawan bersama jajaran direksi PLN turun langsung ke berbagai wilayah untuk memantau kesiapan infrastruktur kelistrikan. "Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar," tutur Darmawan. Kesiapan ini bukan tanpa perhitungan. PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan nasional pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit tercatat 51,6 GW. Dengan proyeksi tersebut, PLN menyiapkan cadangan daya sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen. " Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan. Untuk mendukung operasional di lapangan, PLN telah menyiagakan berbagai peralatan pendukung. Tercatat ada 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik. Selain itu, PLN juga menyiapkan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional untuk mempercepat penanganan di lapangan. "Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset," jelas dia.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar