Presiden Tambah Bantuan Sembako untuk Korban Gempa NTT Jadi 95.000 Paket

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:51 WIB
Presiden Tambah Bantuan Sembako untuk Korban Gempa NTT Jadi 95.000 Paket

PARADAPOS.COM - Pemerintah memastikan percepatan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjalan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menambah alokasi bantuan sembako bagi para korban, sehingga totalnya menjadi 95.000 paket. Penambahan ini disampaikan langsung oleh Suharyanto dalam pernyataannya yang dikutip dari siaran Headline News Metro TV pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sebelumnya, sebanyak 50.000 paket tahap awal telah dikirim dan kini menyusul tambahan 45.000 paket lagi untuk memastikan kebutuhan pokok warga terdampak terpenuhi. Distribusi Bertahap ke Wilayah Terdampak Suharyanto menjelaskan bahwa gelombang pertama bantuan presiden telah tiba di sejumlah titik utama. Sebagian barang sudah masuk ke Labuan Bajo dan Maumere, dan proses pembagian kepada masyarakat setempat pun telah dimulai. "Sebagian barang bantuan dari Bapak Presiden sudah masuk ke NTT, di antaranya ke Labuan Bajo dan Maumere, serta sudah mulai dibagikan kepada masyarakat. Di samping 50.000 paket awal itu, Bapak Presiden menambah lagi 45.000 paket sembako yang akan segera dimasukkan ke NTT," urainya. Alur distribusi ini menjadi prioritas agar bantuan tidak menumpuk di satu titik saja. Pemerintah berupaya menjangkau daerah-daerah yang aksesnya terhambat akibat kerusakan infrastruktur pasca-gempa. Posko Nasional dan Koordinasi Logistik Untuk memusatkan arus bantuan, pemerintah telah membentuk posko nasional yang berpusat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko ini berfungsi sebagai pusat kendali untuk menghimpun seluruh kebutuhan esensial para korban, mulai dari makanan siap saji hingga kebutuhan sandang. Langkah ini diambil agar distribusi dari pusat ke daerah lebih terukur dan tidak tumpang tindih di lapangan. Selain sembako, pemenuhan logistik lain seperti makanan tambahan dan tenda pengungsian terus didorong. Upaya ini berjalan sinergis antara BNPB, kementerian, dan lembaga terkait, semuanya di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Koordinasi lintas sektor ini dinilai krusial mengingat skala dampak bencana yang cukup luas. Penggantian Tenda Darurat Salah satu fokus utama yang ditekankan Suharyanto adalah perbaikan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi. Ia memastikan pengiriman tenda-tenda yang jauh lebih layak akan segera diberangkatkan menggunakan pesawat kargo udara. Targetnya, tenda-tenda darurat yang didirikan seadanya oleh warga dapat segera dibongkar dan diganti dengan yang lebih memadai. "Di samping bantuan Bapak Presiden yang sudah bergerak, besok pagi dengan menggunakan pesawat kargo, kebutuhan-kebutuhan tenda ini sudah akan masuk ke NTT," tegasnya. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pangan, tetapi juga pada aspek kenyamanan dan keamanan para penyintas dalam masa tanggap darurat ini.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar