PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 59.647 warga masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton SP Pandjaitan, menyampaikan bahwa penanganan para pengungsi menjadi prioritas utama pemerintah, terutama karena banyak warga yang enggan kembali ke rumah lantaran bangunan rusak dan ancaman gempa susulan. Kabupaten Manggarai tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsian tertinggi, mencapai 20.303 orang.
Memasuki hari-hari pascabencana, suasana di titik-titik pengungsian masih diwarnai kesibukan petugas dan warga yang berusaha memulihkan kondisi. Di tengah keterbatasan, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan menjadi perhatian serius. Berton dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada logistik, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan para pengungsi.
"Penanganan pengungsi saat ini, bahwa pengungsi menjadi salah satu fokus utama kami karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah, terutama karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan," ujar Berton dalam Update Penanganan Bencana Gempa Bumi NTT.
Data terbaru yang dirilis BNPB menunjukkan konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai. Jumlah tersebut mencakup lebih dari sepertiga total keseluruhan pengungsi di NTT. Kondisi ini menuntut pendistribusian bantuan yang cepat dan tepat sasaran, mengingat medan yang berat dan sebaran lokasi yang tidak merata.
Kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi meliputi makanan dan air bersih, tenda atau tempat tinggal sementara, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan, serta perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Para relawan di lapangan melaporkan bahwa stok logistik mulai menipis di beberapa titik, sehingga percepatan pasokan sangat dinantikan.
Tantangan Distribusi di Lapangan
Berbeda dengan penanganan bencana pada umumnya, sebagian besar warga di NTT justru memilih untuk tidak berkumpul di satu tempat pengungsian terpusat. Mereka lebih memilih bertahan di titik-titik yang berada di sekitar rumah masing-masing yang masih berdiri kokoh. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga keamanan harta benda dan hewan ternak yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Sebaran lokasi pengungsian yang tidak terpusat membuat proses penyaluran bantuan menjadi lebih rumit dan membutuhkan koordinasi yang lebih intensif. Para petugas harus menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu yang lebih lama untuk menjangkau setiap kelompok warga yang tersebar.
"Sehingga ini menyulitkan beberapa petugas kami di lapangan untuk menyampaikan bantuan-bantuan tersebut kepada sasaran. Pemerintah daerah juga perlu didorong untuk memperkuat Posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan dapat ditangani dengan baik dalam satu koordinasi yang tepat," kata Berton.
Koordinasi dan Pengerahan Sumber Daya
Menghadapi situasi yang kompleks ini, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk segera memperkuat posko dan satuan tugas penanganan bencana. Langkah ini dinilai krusial agar seluruh kebutuhan masyarakat di berbagai lokasi dapat terdata secara akurat dan ditangani secara terintegrasi. Tanpa koordinasi yang solid, dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih bantuan atau justru ada wilayah yang terlewatkan.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat proses penanganan kondisi darurat pascagempa. Pengerahan ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak serta mempercepat distribusi bantuan, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kendala akses akibat kerusakan infrastruktur jalan. Langkah ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan di lapangan dengan pasokan bantuan yang tersedia.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun