Gempa NTT Tewaskan 71 Orang, 1,9 Juta Warga Terdampak dan 415 Titik Pengungsian Tersebar di Tujuh Kabupaten

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Gempa NTT Tewaskan 71 Orang, 1,9 Juta Warga Terdampak dan 415 Titik Pengungsian Tersebar di Tujuh Kabupaten

PARADAPOS.COM - JAKARTA — Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat magnitudo (M)7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (19/8/2026) pukul 12.00 WIB, total korban jiwa kini mencapai 71 orang, dengan satu tambahan korban berasal dari Kabupaten Nagekeo. Selain itu, dampak bencana ini terbilang masif, tercatat 1.915.194 orang terdampak dan 415 titik pengungsian tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi persnya pada Rabu sore, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama jajaran kementerian/lembaga terus berupaya hadir di tengah kesulitan warga.

“Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat tempat pengungsian dan daerah terdampak di NTT,” kata Berton dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Sebaran Dampak dan Data Korban di Tujuh Kabupaten

Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Basarnas, dan BNPB menunjukkan gambaran yang kompleks. Tidak hanya korban jiwa, tercatat 284 orang mengalami luka berat dan 475 orang luka ringan. Para pengungsi tersebar di 415 titik, sebuah angka yang mencerminkan besarnya skala darurat kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Jika dirinci per wilayah, Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 27 orang. Disusul Kabupaten Manggarai Timur dengan 25 orang meninggal dunia. Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat populasi terdampak paling besar secara keseluruhan, mencapai 350.715 orang, meski jumlah korban jiwanya relatif lebih kecil dibandingkan dua kabupaten tersebut.

Berikut rincian data dampak gempa di masing-masing kabupaten:

Manggarai dan Manggarai Timur: Episentrum Duka

Di Kabupaten Manggarai, sebanyak 340.153 orang terdampak. Selain 27 korban jiwa, tercatat 35 orang luka berat dan 105 orang luka ringan. Sebanyak 10.083 warga mengungsi di 14 titik pengungsian. Situasi serupa terjadi di Manggarai Timur, dengan 313.876 orang terdampak. Di wilayah ini, 25 orang meninggal dunia, 182 orang luka berat, dan 227 orang luka ringan. Jumlah pengungsi mencapai 19.330 orang yang tersebar di 246 titik, menjadikannya wilayah dengan titik pengungsian terbanyak.

Sikka, Ngada, dan Nagekeo: Data Korban dan Pengungsian

Di Kabupaten Sikka, dari 350.715 orang terdampak, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Satu orang mengalami luka berat dan delapan orang luka ringan. Sebanyak 1.972 warga mengungsi di sembilan titik. Sementara itu, Kabupaten Ngada mencatat 176.462 orang terdampak, dengan dua orang meninggal dunia, 14 luka berat, dan 20 luka ringan. Sebanyak 1.333 warga mengungsi di 27 titik.

Kabupaten Nagekeo menjadi sorotan setelah penambahan satu korban jiwa terbaru. Wilayah ini mencatat total sembilan orang meninggal dunia. Selain itu, terdapat 13 orang luka berat dan 29 orang luka ringan. Sebanyak 6.221 warga mengungsi di 70 titik pengungsian.

Ende dan Manggarai Barat: Dampak yang Tak Kalah Serius

Kabupaten Ende mencatat 285.752 orang terdampak, dengan dua orang meninggal dunia, lima luka berat, dan 57 luka ringan. Sebanyak 3.144 warga mengungsi di 25 titik. Terakhir, Kabupaten Manggarai Barat melaporkan 281.692 orang terdampak. Di wilayah ini, tiga orang meninggal dunia, 34 orang luka berat, dan 29 orang luka ringan. Sebanyak 1.603 warga mengungsi di sembilan titik pengungsian.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Tantangan geografis dan kondisi darurat menjadi pekerjaan rumah besar bagi para petugas untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan akses bantuan yang memadai.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler