Memperbanyak Selawat di Bulan Maulid, Ini Bacaan dan Keutamaannya

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:25 WIB
Memperbanyak Selawat di Bulan Maulid, Ini Bacaan dan Keutamaannya

PARADAPOS.COM - Jakarta, memasuki bulan Maulid atau Rabiul Awal, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya memperbanyak doa, tetapi juga memanjatkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Anjuran ini bersumber langsung dari Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, yang menegaskan bahwa Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi, dan memerintahkan orang-orang beriman untuk turut berselawat serta mengucapkan salam penghormatan. Selain menjadi wujud kecintaan, amalan ini juga menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, momen bulan Maulid sering kali terlewatkan begitu saja. Padahal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini menyimpan banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu cara paling sederhana namun dalam maknanya adalah dengan melantunkan selawat. Lebih dari sekadar pujian, selawat adalah jembatan spiritual yang menghubungkan seorang hamba dengan junjungannya, sekaligus pengingat akan keteladanan beliau. Dalil dan Makna di Balik Anjuran Berselawat Perintah untuk berselawat bukanlah tanpa dasar. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman: > “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” Ayat ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah. Ketika Allah dan para malaikat saja berselawat, maka sebagai umatnya, kita pun diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan dan pengakuan atas kerasulan beliau yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Selawat yang Bisa Diamalkan di Bulan Maulid Ada banyak sekali bacaan selawat yang bisa diamalkan, masing-masing dengan keutamaan dan fadhilahnya sendiri. Berikut beberapa di antaranya yang lazim dibaca dan mudah untuk dihafalkan. 1. Selawat Fatih Selawat Fatih, yang berasal dari kata "Al-Fatih" yang berarti "pembuka", adalah salah satu selawat yang sangat masyhur. Selawat ini berisi pujian dan doa yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan Selawat Fatih: > “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam, dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sang pembuka yang terkunci, penutup yang telah lalu, pembela kebenaran dengan kebenaran, dan penunjuk ke jalan-Mu yang lurus. Limpahkan pula kepada keluarga dan sahabat beliau sesuai dengan derajat dan kedudukannya yang agung.” 2. Selawat Munjiyat Secara bahasa, Munjiyat berarti penyelamat. Sesuai dengan namanya, selawat ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dari berbagai kesulitan hidup, dipenuhi segala kebutuhan, serta dianugerahi kebaikan di dunia dan akhirat. Bacaan Selawat Munjiyat: > “Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengannya Engkau selamatkan kami dari segala bencana dan kesusahan; penuhi segala kebutuhan kami; sucikan kami dari segala keburukan; angkat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu; dan sampaikan kami kepada tujuan terbaik dari segala kebaikan, di dunia dan setelah kematian.” 3. Selawat Thibbil Qulub Selawat Thibbil Qulub dikenal sebagai selawat yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai "thibbil qulub" atau penyembuh hati. Selawat ini sering diamalkan untuk memohon ketenteraman batin, kesehatan jasmani, dan perlindungan dari segala penyakit. Bacaan Selawat Thibbil Qulub: > “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, penyembuh hati dan penawarnya, kesehatan jasmani dan penyembuhnya, cahaya penglihatan dan sinarnya, serta kepada keluarga dan sahabatnya. Limpahkanlah keselamatan.” Selawat untuk Mengisi Bulan Rabiul Awal Bulan Rabiul Awal sejatinya adalah momentum refleksi diri. Ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kecintaan kita kepada Rasulullah. Memperbanyak selawat hanyalah salah satu pintunya. Lebih dari itu, kita juga bisa mengisinya dengan amalan-amalan lain yang tak kalah pentingnya. Memperbanyak ibadah sunnah, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, bersedekah kepada yang membutuhkan, serta yang terpenting adalah berusaha meneladani akhlak mulia Nabi dalam setiap interaksi kita sehari-hari. Dengan menghidupkan bulan Maulid melalui lantunan selawat dan amalan saleh lainnya, diharapkan kita semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin meneladani pribadi agung Rasulullah. Demikianlah bacaan doa dan selawat yang dapat diamalkan pada bulan Rabiul Awal ini. (Yaumil Tianri Rahmi)

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar