Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 15 Polda, DPR: Langkah Konkret Wujudkan Swasembada Pangan

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:50 WIB
Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 15 Polda, DPR: Langkah Konkret Wujudkan Swasembada Pangan

PARADAPOS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengapresiasi langkah Polri yang menggelar penanaman bawang putih serentak di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis, 20 Agustus 2026. Program yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai swasembada pangan ini dinilai sebagai respons cepat dan konkret dari jajaran kepolisian. Dalam keterangan tertulisnya, Rajiv menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal luas lahan, tetapi juga tentang kemampuan menggerakkan kolaborasi ribuan petani di berbagai wilayah secara bersamaan.

Kolaborasi Lintas Sektor di Sembalun

Saat dikonfirmasi di Jakarta, Rajiv menyampaikan apresiasinya secara langsung. "Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran polda dan polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih," katanya. Ia menambahkan, yang menarik dari inisiatif ini bukan hanya sekadar angka luas lahan. "Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah," ucap Rajiv. Kegiatan yang berpusat di Sembalun ini melibatkan pemerintah daerah setempat sebagai bentuk dukungan nyata. Langkah ini dinilai sebagai wujud kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan dan pemberdayaan petani.

Target Luas Lahan dan Potensi Produksi

Di lokasi utama, Sembalun, panen dilakukan di atas lahan seluas 105 hektare dengan potensi produksi mencapai 1.050 ton. Pada saat yang sama, penanaman baru juga disiapkan di lahan seluas 120 hektare untuk menjaga kesinambungan masa tanam. "Ini penting karena swasembada harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen," ucap Rajiv menegaskan. Data yang dihimpun dari Divisi Humas Polri menunjukkan, penanaman serentak ini tidak hanya berlangsung di NTB. Kegiatan serupa juga digelar di 14 wilayah polda lainnya dengan total luas lahan mencapai 279,53 hektare. Dari lahan seluas itu, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 2.800 ton.

Penguatan Kapasitas Petani sebagai Kunci

Lebih jauh, program ini melibatkan 2.174 petani yang tergabung dalam 110 kelompok tani. Jumlah tersebut dinilai sebagai modal penting dalam mencapai tujuan besar ketahanan pangan. "Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional," ujar Rajiv. Legislator dari Fraksi NasDem itu menekankan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada tahap penanaman semata. Ia berharap keberlanjutan program hingga fase pascapanen menjadi prioritas, termasuk peningkatan produktivitas, kepastian pasar, pembangunan sarana penyimpanan (cold storage), hingga pendampingan budi daya. Semua elemen tersebut dinilai wajib berjalan beriringan untuk mengikis ketergantungan impor. "Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman. Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata," ucap Rajiv menutup pernyataannya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler