Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit yang Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit yang Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman

PARADAPOS.COM - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, resmi memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada dua prajurit aktif di Banda Aceh. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas aksi mereka menurunkan bendera Bulan Bintang dan mengibarkan kembali bendera Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman. Peristiwa tersebut terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026 lalu, dan keputusan ini diumumkan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dua prajurit yang menerima penghargaan tersebut adalah Sertu Irfan Farhan dari Batalyon Infanteri 112/Darma Jaya dan Pratu Donni Pinto Harahap dari Batalyon Armed 17/Kodam Iskandar Muda. Sebelumnya, keduanya masing-masing berpangkat Serda dan Prada. Kenaikan pangkat ini masuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebuah bentuk penghargaan khusus atas dedikasi yang dinilai melampaui panggilan tugas. Aksi di Masjid Raya Baiturrahman Insiden yang berujung pada penghargaan ini bukanlah sekadar tindakan seremonial. Di tengah peringatan Hari Damai Aceh, keduanya mengambil inisiatif untuk menurunkan bendera Bulan Bintang yang berkibar di area masjid bersejarah tersebut. Tindakan cepat dan tegas itu langsung menuai perhatian publik, mengingat lokasi kejadian adalah simbol religius dan historis bagi masyarakat Aceh. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, membenarkan bahwa aksi tersebut merupakan wujud nyata dari jiwa patriotisme yang melekat pada diri prajurit. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan kedua prajurit itu bukan sekadar tugas rutin, melainkan refleksi dari komitmen mendalam terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Penghargaan diberikan atas tindakan keduanya yang berjiwa patriotisme, menurunkan bendera Bulan Bintang dan mengibarkan kembali Bendera Merah Putih di Kota Banda Aceh. Ini merupakan suatu wujud nilai-nilai keprajuritan yang berdasarkan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI," ujar Mayjen Muhammad Nas dalam tayangan Top News Metro TV. Nilai Keprajuritan dan Motivasi Internal Lebih dari sekadar seremoni kenaikan pangkat, kebijakan ini merupakan bagian dari program reward pimpinan TNI. Tujuannya jelas: memberikan motivasi bagi seluruh prajurit agar terus berprestasi dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap penugasan. Penghargaan semacam ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa keberanian dan loyalitas tidak pernah luput dari perhatian pimpinan. Dari sudut pandang lapangan, langkah ini juga mengirimkan sinyal penting tentang standar integritas yang dijunjung tinggi institusi. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, aksi cepat dan tepat dari dua prajurit ini menjadi bukti bahwa kewaspadaan terhadap simbol-simbol kedaulatan tetap menjadi prioritas utama. Penghargaan ini, dengan demikian, bukan hanya soal kenaikan pangkat, melainkan juga penegasan atas nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga oleh setiap prajurit di mana pun mereka bertugas.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler