Pramono Anung Perintahkan Pedagang Liar di Pasar Induk Kramat Jati Masuk ke Area Pasar

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Pramono Anung Perintahkan Pedagang Liar di Pasar Induk Kramat Jati Masuk ke Area Pasar

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengambil langkah tegas dengan memerintahkan pemindahan seluruh pedagang yang masih berjualan di luar area Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ke dalam area pasar. Kebijakan ini diambil menyusul keluhan terkait kemacetan parah dan kondisi jalan yang basah serta licin akibat lapak liar, yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Instruksi tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta pada Kamis (13/2), dengan menunjuk Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dan Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan, untuk mengoordinasikan penertiban di lapangan. Koordinasi Penertiban dan Alasan Keselamatan Keputusan untuk merelokasi para pedagang ini bukan tanpa alasan. Keberadaan lapak-lapak liar di bahu jalan dan area luar pasar memang sudah lama menjadi pemandangan umum. Namun, dampaknya terasa semakin signifikan, terutama bagi kelancaran arus lalu lintas dan keamanan pengendara yang melintas setiap hari. Permukaan jalan yang basah dan licin, sering kali disebabkan oleh aktivitas bongkar muat atau limbah dari kegiatan jual beli, menjadi risiko besar, terutama bagi pengendara sepeda motor. Oleh karena itu, penataan ini dinilai mendesak untuk segera direalisasikan. "Sudah dilakukan koordinasi dengan Wali Kota dan Dirut Pasar Jaya. Sudah diminta agar pedagang yang berada di luar untuk masuk ke dalam karena bisa mengganggu lalu lintas dan dapat membuat permukaan jalan menjadi basah dan licin sehingga membahayakan pengguna jalan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis. Tindak Lanjut di Lapangan Penanganan persoalan ini pun langsung diarahkan kepada jajaran terkait di tingkat kota. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, diminta untuk memimpin langsung koordinasi penataan di lapangan. Selain itu, Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan, juga dilibatkan untuk memastikan ketersediaan tempat dan kelancaran proses perpindahan pedagang ke dalam area resmi pasar. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan aman bagi semua pihak. Insiden Kecelakaan yang Melatarbelakangi Kekhawatiran akan bahaya di kawasan tersebut bukan sekadar isapan jempol belaka. Sebelumnya, telah terjadi insiden tragis yang menewaskan seorang pelajar berinisial HH (18) di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Rumah Makan Kuring, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan sebuah dump truck saat berangkat sekolah. "Iya telah terjadi kecelakaan lalu lintas oleh pelajar berinisial HH yang mengakibatkan korban kematian atau meninggal dunia tadi pukul 06.00 WIB di Jalan Raya Bogor arah Selatan depan Rumah Makan Kuring Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta. Akibat benturan keras tersebut, HH mengalami luka parah dan mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Petugas yang tiba di tempat kejadian kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penataan kawasan pasar yang lebih baik. Gubernur Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang dan memakan korban jiwa lagi. Penertiban pedagang liar di luar area pasar menjadi salah satu upaya preventif yang dianggap krusial untuk mencegah potensi bahaya di masa mendatang.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler