PARADAPOS.COM - Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghanguskan sekitar 85 hingga 90 persen area timbunan sampah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, dan hingga kini pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat masih belum dapat memastikan penyebab pastinya serta kedalaman material yang terbakar. Kepala DLH Kabupaten Kuningan, Usep Sumirat, menyatakan estimasi luas area yang terdampak api tersebut berdasarkan pengamatan visual terhadap permukaan timbunan, sementara proses pendinginan dan investigasi masih terus dilakukan. "Estimasi kami, ini bisa di atas 85 sampai 90 persen. Namun, kedalamannya kami belum tahu," ungkap Usep Sumirat saat dikonfirmasi pada Jumat, 21 Agustus 2026. Api tidak hanya melalap lapisan permukaan. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api juga ditemukan di bagian bawah tumpukan sampah, terutama pada material kering yang sudah lama mengendap dan belum sempat tertutup lapisan tanah baru. Kondisi ini tentu menyulitkan proses pemadaman karena api bisa merambat melalui celah-celah di dalam gunungan sampah. Penyebab Masih Misteri, DLH Tak Buru-Buru Menyalahkan Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya besar. Tim gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, dan aparat kepolisian masih berupaya melakukan pendinginan di sejumlah titik. Menanggapi situasi ini, Usep Sumirat mengaku sangat berhati-hati dalam menyikapi kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak ingin serta-merta melemparkan tuduhan kepada masyarakat tanpa adanya bukti ilmiah yang kuat. "Yang pasti saya tidak mau menyalahkan masyarakat karena bahaya kalau tidak tahu penyebabnya," tuturnya tegas. Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain. Langkah strategis jangka panjang juga tengah disiapkan, yakni membenahi total pola pengelolaan sampah di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Bukan Kali Pertama, Volume Sampah Kini Jauh Lebih Besar Peristiwa kebakaran di TPSA Ciniru ini ternyata bukan yang pertama. Lokasi yang sama pernah mengalami kejadian serupa sekitar tahun 2018 lalu. Namun, ada perbedaan signifikan yang dicatat oleh pihak pengelola. Saat ini, volume sampah yang ditampung jauh lebih besar dibandingkan delapan tahun silam. TPSA Ciniru saat ini menerima rata-rata sekitar 200 ton sampah per hari dari hasil pengangkutan pemerintah daerah. Meski begitu, layanan ini belum menjangkau seluruh wilayah. DLH Kabupaten Kuningan baru melayani sekitar 114 desa dan kelurahan dari total jumlah desa dan kelurahan yang ada. Artinya, masih banyak wilayah yang belum terlayani pengangkutan sampah harian. Upaya Lokalisasi dan Dampak pada Infrastruktur TPSA Ciniru membentang di atas lahan seluas kurang lebih 5,6 hektare. Lahan tersebut merupakan kombinasi antara aset milik pemerintah daerah dan sebagian tanah milik desa. Untuk mencegah api merembet ke lahan warga yang berada di sekitar kawasan TPSA, petugas di lapangan berfokus pada upaya lokalisasi. Mereka membuat sekat-sekat pembatas dan mendinginkan area yang berdekatan dengan permukiman. Dari sisi infrastruktur, TPSA ini sebenarnya dirancang dengan konsep sanitary landfill yang modern. Fasilitasnya dilengkapi dengan jaringan pipa gas serta instalasi pengolahan air lindi (leachate). Sayangnya, kebakaran kali ini turut berdampak pada jaringan pipa gas yang terpasang di area tersebut. Kerusakan ini tentu menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi DLH dalam proses pemulihan nantinya. "Ke depan, kami berencana mendorong pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), termasuk kemungkinan mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau produk turunan lainnya," ucap Usep Sumirat menutup keterangannya.
Artikel Terkait
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Riau, DPR Minta Jaringan Bandar Diusut Tuntas
Ahli Hukum: Status Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Asas Keseimbangan, Bukan Kesewenang-wenangan
Wamenko Polkam: Perpres Nomor 8 Tahun 2026 Bukti Kepedulian Prabowo pada Korban Terorisme
Indonesia Catat Nol Serangan Teroris Empat Tahun Berturut-turut, BNPT: 28 Rencana Aksi Digagalkan