Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Tadho, NTT

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:50 WIB
Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Tadho, NTT

PARADAPOS.COM - Angin malam dari pesisir Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berembus di antara tenda-tenda pengungsian. Di bawah terpal dengan alas tikar dan kasur busa tipis, warga terdampak gempa masih membutuhkan uluran bantuan untuk bertahan hidup setelah rumahnya rusak dan tidak lagi dapat ditempati. Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari daerah pemilihan NTT I, Julie Sutrisno Laiskodat, meninjau langsung lokasi pengungsian di Kampung Bajo, Desa Tadho, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dan menyerahkan 500 paket kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak. Kunjungan itu bukan sekadar seremonial. Julie menghabiskan waktu berdialog dengan para ibu yang tengah mengurus anak-anak mereka di tenda darurat. Suasana haru menyelimuti percakapan itu, terutama ketika sejumlah ibu menceritakan pakaian mereka yang tertimbun reruntuhan rumah, sementara air bersih dan tempat tidur yang layak masih menjadi barang langka.

Kebutuhan Dasar yang Mendesak

“Ketika mendengar langsung curahan hati warga, terutama para ibu, terasa jelas bahwa kebutuhan mereka sangat mendasar. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, tempat beristirahat yang layak, pakaian, dan perlengkapan sehari-hari,” tutur Julie saat berdialog di lokasi pengungsian. Desa Tadho sendiri berada di kawasan pesisir utara Flores, dengan permukiman warga yang berjarak sekitar 50–100 meter dari bibir pantai. Sejumlah warga menuturkan, saat gempa terjadi, air laut sempat surut sebelum kemudian kembali naik dengan gelombang yang cukup tinggi. Refleks menyelamatkan diri pun terjadi; warga bergegas meninggalkan rumah dan berlari menuju tempat yang lebih tinggi.

Masa Pemulihan yang Berat

Guncangan gempa meninggalkan kerusakan yang signifikan pada sebagian besar rumah warga. Mereka yang rumahnya tidak layak huni kini bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan yang nyata. Selain makanan, keluhan soal selimut, kasur, dan tenda yang lebih layak menjadi persoalan yang paling sering disuarakan warga kepada Julie. Menurut Julie, kondisi pengungsian ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting agar warga dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih baik sembari menunggu kondisi kembali pulih. Dalam kunjungan tersebut, Julie menyerahkan bantuan sebanyak 500 paket kebutuhan pokok bagi warga Desa Tadho. “Bantuan ini kami hadirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang menghadapi masa sulit. Yang terpenting, mereka merasakan bahwa perhatian dan kepedulian terus hadir bersama mereka,” ujarnya.

Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Julie menilai pemulihan pascabencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan bahwa bantuan pangan dan kebutuhan dasar perlu berjalan beriringan dengan pendampingan terhadap warga, terutama kelompok yang paling membutuhkan perhatian di lokasi pengungsian. Ia pun mengajak berbagai pihak untuk terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di NTT. “Dalam situasi seperti ini, kita perlu terus bergandengan tangan. Mendengar warga, memahami kebutuhan mereka, dan hadir dalam proses pemulihan adalah bentuk kepedulian yang penting,” kata Julie. Di tengah keterbatasan itu, bantuan yang datang menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menemani warga melewati masa pemulihan. Kehidupan pascagempa di Tadho kini berlangsung di antara tenda, tikar, dan barang-barang yang berhasil diselamatkan—sebuah pengingat bahwa pemulihan sejati masih membutuhkan waktu dan uluran tangan banyak pihak.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler