paradapos.com- Kabar pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat kembali hadir kali ini datang bukan dari proyek jalan tol.
Kabar terbaru tersebut datang dari rencana pembangunan jalan layang atau Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.
Baru-baru ini diberitakan, bahwa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah menyetujui prakarsa pengusahaan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Pernyataan kesiapan terkait proyek Flyover Sitinjau Lauik tertuang dalam surat menteri PUPR tertanggal 30 Oktober 2023.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah sendiri menyambut baik dukungan pemerintah terhadapan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik ini.
Gubernur Sumatera Barat menyebutkan, pihaknya akan segera menyelesaikan revisi RTRW Sumbar serta mendorong percepatan izin kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Proses konstruksi dari Flyover Sitinjau Lauik ini pun diharapkan dapat berlangsung dalam waktu dekat.
Proyek Flyover Sitinjau Lauik ini diharapkan dapat selesai konstruksi fisiknya serta dilalui oleh masyarakat pada akhir tahun 2025 mendatang.
Perihal pembangunan Flyover Sitinjau Lauik ini sebelumnya juga telah disinggung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir saat bertandang ke Sumatera Barat dan melakukan kunjungan di kawasan ini.
Saat itu, Menteri Erick mengatakan, bahwa pembangunan Flyover Sitinjau Lauik sendiri adalah hal yang tepat karena Sitinjau Lauik ini merupakan kawasan yang terkenal dengan jalur ekstremnya.
Karena merupakan satu-satunya penghubung jalan nasional di daerah Sumatera Barat, keekstremannya jalur tersebut pun seringkali dinomor duakan oleh para pengendara.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun