Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel
Sebuah memo FBI yang baru dideklasifikasi dari berkas Jeffrey Epstein mengungkap klaim mengejutkan yang menyebut mantan Presiden AS, Donald Trump, 'dikendalikan oleh Israel'. Dokumen ini menjadi bagian dari investigasi pengaruh asing dalam pemilu AS.
Isi Memo FBI: Klaim Pengaruh Israel dan Chabad
Memo yang ditulis pada 2020 itu menyatakan bahwa Trump, yang disebut memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein, berada di bawah pengaruh Israel. Sumber rahasia (CHS) dalam memo tersebut juga mengklaim bahwa kelompok agama Yahudi, Chabad-Lubavitch, berusaha 'membajak' masa jabatan pertama Trump.
"CHS memberi tahu bahwa Chabad melakukan segala yang mereka bisa untuk membajak kepresidenan Trump," bunyi kutipan memo tersebut.
Peran Jared Kushner dan Keterkaitan dengan Chabad
Memo FBI itu mengidentifikasi menantu Trump, Jared Kushner, sebagai pendukung kunci kelompok Chabad dan kekuatan di balik lingkaran dalam Trump. Dokumen menyebutkan bahwa pada hari Trump terpilih, Ivanka Trump dan Jared Kushner berada di makam Rabbi Schneerson, figur terkemuka Chabad.
Sumber tersebut lebih lanjut menyatakan, "Trump telah dikompromikan oleh Israel. Dan Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasi dan kepresidenannya."
Koneksi Epstein dengan Mossad dan Ehud Barak
Memo tersebut juga memperkuat klaim bahwa Jeffrey Epstein adalah agen Mossad yang direkrut. Epstein disebut dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, yang merupakan tokoh intelijen militer.
Catatan menunjukkan Barak mengunjungi rumah Epstein di New York puluhan kali antara 2013 dan 2017. Email antara mereka juga mengindikasikan pembahasan sensitif mengenai keterkaitan Epstein dengan Mossad.
Keterkaitan dengan Kasus Hukum Epstein
Dokumen tersebut mengaitkan klaim-klaim ini dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008. Percakapan yang diduga melibatkan pengacara Alan Derschowitz dan jaksa Alex Acosta menyebut Epstein "terlibat dalam intelijen." Bahkan, Derschowitz sendiri disebutkan telah direkrut oleh Mossad.
Bantahan Trump dan Volume Dokumen
Meski Donald Trump telah membantah memiliki hubungan dengan Epstein, namanya disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam sekitar 3 juta dokumen Jeffrey Epstein yang dirilis baru-baru ini. Rilis dokumen ini terus memicu analisis dan perdebatan publik.
Memo FBI dari berkas Epstein ini menyajikan klaim serius yang belum diverifikasi secara independen dan menjadi bagian dari investigasi yang lebih luas. Publik dan analis terus menunggu perkembangan lebih lanjut dari dokumen-dokumen yang dideklasifikasi.
Artikel Terkait
Serangan Rudal di Teheran Rusak Pusat Antariksa dan Infrastruktur Sipil
Iran Konfirmasi Kepala Keamanan Nasional Tewas Diserang Israel, Tolak Upaya Damai
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Targetkan Seluruh Pelabuhan di Timur Tengah
Ali Larijani Tewas Usai Serukan Persatuan Muslim Hadapi AS dan Israel